Jakarta, Jurnalpublik.com – Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP TBL/ 1265 /III/ 2018 /PMJ/Dit Reskrimsus Tertanggal 8 Maret 2018, Fahri Hamzah melaporkan Presiden PKS, M. Sohibul Iman.

“Saudara Sohibul Iman telah melakukan pencemaran nama baik, melakukan penistaan atas diri saya dengan memfitnah, menuduh dan menyebut saya telah berbohong,” kata Fahri Hahmzah, kepada awak media sebelum memasuki gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Fahri Hamzah menyatakan bahwa perbuatan Sohibul yang dilakukannya pada tanggal 1 Maret 2018 dalam wawancara di sebuah televisi swasta dan juga diberitakan dalam surat kabar online tersebut nyata telah menyerang integritasnya sebagai pribadi.

“Fitnah dan tuduhan berbohong tersebut disiarkan melalui stasiun televisi dan surat kabar sehinga diketahui orang banyak,” urainya.

Sedang Kuasa Hukum Fahri Hamzah, Mujahid A. Latif, SH, MH menyebut bahwa pernyataan Sohibul Iman tersebut sama sekali tidak benar alias bohong, yang tentu kuat dugaan menyebarkan berita bohong dan memfitnah kliennya dihadapan publik, yang telah merusak dan mencemarkan nama baik pribadi dan keluarganya.

Atas perbuatannya itu, Sohibul Iman diduga melanggar KUHP tentang pencemaran nama baik dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Ancaman hukuman pasal 310 KUHP (pasal penistaan) adalah pidana penjara paling lama 9 bulan dan denda paling banyak 400 ribu, Pasal 311 ayat 1 KUHP (Pasal Fitnah) adalah penjara paling lama 4 tahun dan Pasal 45 ayat 3 UU ITE nomor 19 tahun 2016 yakni penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak 750 juta,” pungkas Mujahid.

Sebelumnya dalam wawancara dengan stasiun televisi swasta (1/3/2018), Presiden PKS, M. Sohibul Iman mengatakan bahwa Fahri Hamzah telah berbohong dan membangkang, dirinya mengatakan bahwa penegakan disiplin organisasi telah dilakukan.

Tinggalkan Komentar