Serial Inggit dan Fatma

Inggit dan Fatma adalah dua perempuan proletar yang salah satunya mencoba menjadi borjuis kecil dengan cara masuk pencalegan partai pragmatis.

Single, tidak mempercayai pernikahan, Juga sama sama menjadi perempuan pemimpin gerakan. Meski kelemahan mereka adalah novel sastra karangan seno, laki laki yang terbuat dari magnet, seruni putih, sepatu boots serta voucher kecantikan.

#Vol 1
#KuasaSeksual

Inggit memilih teh, Fatma memesan kopi revolusi dari Aceh, Sambil melirik barista yang dia kira berasal dari Jazirah Arab.

Inggit : Kemarin aku ke Surabaya

Fatma : ngapain?

Inggit : cabangku adakan acara disana

Fatma : Seru banget, Surabaya selalu seru. Aku hampir 4 tahun disana.

Inggit : Lalu ketua cabangku siapkan kamar untukku istirahat.

Fatma : Bintang 5?

Inggit : Apanya yang bintang, sampai kamar dia bilang : “hai nggit, boleh aku cium kau?”

Fatma : What??? Whaaatttt? Lalu apa yang terjadi?

Inggit : Kubilang dengan nada datar, “kalau kau horny, sana pergi ke kamar mandi. Kocok sendiri!”

Fatma : (tersedak kopi)

Inggit : (Diam)

Fatma : Pantesan kamu jadi perempuan pemimpin. Seberani itulah kamu.. yang kau lawan itu laki – laki. Meski secara struktur kau tertinggi. Lalu bagaimana reaksinya?

Inggit : Wajahnya pucat.

Fatma berfikir, betapa banyak perempuan yang tidak berdaya dibawa kuasa laki – laki untuk persoalan ini, terlalu takut. Fatma memperhatikan inggit dengan perasaan yang rawan.

-Bersambung-

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.