Jakarta, Jurnalpublik.com – Liburan sekolah masih lama, tapi ada baiknya kita mempersiapkannya dari sekarang. Dari sekian banyak pilihan tempat tujuan liburan keluarga, pernahkah ayah bunda membawa buah hati naik gunung?

Jika ayah bunda ingin mulai memperkenalkan mendaki gunung kepada buah hati, mungkin ayah bunda bisa memulainya dengan tujuan hanya camping ceria di kaki gunung atau mendaki hanya sampai curug saja. Ini bisa menjadi tolak ukur ayah bunda apakah buah hati siap dan mempunyai kecenderungan sama dengan ayah bunda terhadap gunung.

Pilihan Gunung Untuk Buah Hati
Tak perlu yang jauh dari lingkungan anda yang tinggal di Jakarta, tak perlu juga gunung yang tinggi. Untuk pemula ada beberapa gunung yang bisa anda coba bersama buah hati mulai dari yang berusia TK. Dimulai dari usia TK (5-7 tahun) berarti buah hati mendaki gunung sendiri tanpa bantuan ayah bunda.

Pertama Gunung Papandayan. Taman Wisata Alam Gunung Papandayan merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak di Desa Sirnajaya dan Kramat Wangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. TWA ini memiliki pemandangan alam yang indah dengan hamparan bunga Edelweiss, dengan ketinggian kurang lebih 2.666 mdpl. Salah satu hal yang menjadi daya tarik dari Gunung papandayan adalah terdapat beberapa kawah yang terkenal yaitu Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.
Gunung Papandayan cukup dingin pada malam hari, mines 4 derajat. Jadi persiapkan baju hangat untuk kita terlebih untuk buah hati harus lebih banyak lagi, mulai dari kaos kaki, baju, sarung tangan, topi, dan balaklafa.
Meski sudah komersil, Gunung Papandayan tetap menjadi minat pendaki gunung, terutama pendaki pemula.

Yang kedua adalah Gunung Gede. Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980. Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 – 3.000 mdpl, dan berada pada lintang 106°51′ – 107°02′ BT dan 64°1′ – 65°1 LS. Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm/tahun. Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas, Cipanas dan Salabintana. Jalur paling mudah untuk para pemula dan buah hati adalah jalur Cibodas.

Yang ketiga adalah Gunung Prau. Kalau ingin lebih ke Jawa Tengah ada Gunung Prahu (terkadang dieja Gunung Prau) (2.565 mdpl) terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Gunung Prahu terletak pada koordinat 7°11′13″LU 109°55′22″BT / 7,18694°LS 109,92278°BT. Gunung Prahu merupakan tapal batas antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo.

Nah, mulai kini anda bisa mempersiapkan liburan anda dan buah hati dengan mencari informasi lebih banyak diantara tiga pilihan gunung tersebut diatas.

Persiapan Untuk Buah Hati
Naik gunung membutuhkan stamina, serta pengetahuan tentang cara bertahan hidup yang baik. Untuk itu, ayah bunda dan si buah hati perlu melakukan persiapan dengan matang.

Hal apa saja yang perlu kita siapkan;
Kenali buah hati lebih dulu. Seberapa kuat buah hati dengan suhu dingin, begitu juga dengan suhu panas. Ukur dengan suhu  yang tepat. Juga seberapa kuat buah hati menempuh perjalanan mendaki gunung, dan juga seberapa kuat buah hati menghadapi kebosanan.

Jika ayah bunda sudah pernah menekuni hobi mendaki gunung selagi muda lalu terhenti dan tidak mendaki dalam waktu yang lama, maka ayah bunda harus memposisikan diri sebagai pemula, karena yang membuat seseorang menjadi profesional bukanlah pernah mencoba lalu meninggalkannya tapi seseorang yang terus melatih dirinya untuk menjadi profesional. Jangan sepelekan kebiasaan.

Pilih gunung yang memiliki ketinggian, rute, dan medan yang ringan. Jika ayah bunda tidak menguasai rute, gunakanlah pemandu. Jika ayah bunda khawatir akan adanya kemungkinan buah hati akan digedong pada akhirnya, gunakanlah porter.

Selain itu, pilihlah waktu yang tepat, yaitu di pagi hari dan saat cuaca sedang tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Di Indonesia ada musim panas dan musim hujan, sebaiknya ayah bunda menghindari naik gunung untuk pertama kali bersama buah hati di musim hujan. Ayah bunda dan buah hati akan mengalami banyak kesulitan jika belum terbiasa menghadapi medan gunung terlebih pada saat musim hujan.

Lakukan latihan fisik bersama buah hati jauh-jauh hari, paling tidak 2–4 minggu sebelum naik gunung. Ini untuk melatih stamina ayah bunda dan buah hati. Biasanya anak yang aktif akan maksimal mendaki gunung meskipun tidak melakukan latihan fisik.

Siapkan persediaan makanan dan air minum yang cukup. Atur pemberian makanan dan air minum untuk mengantisipasi cukup sampai kembali ke bawah. Bawa makanan yang simple dan disukai buah hati untuk menaikkan moodnya saat berada di gunung. Perubahan suasana mungkin bisa membuat buah hati bosan.

Siapkan juga pakaian yang cukup. Tujuannya untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan pada ayah bunda dan buah hati. Jangan menyepelekan pakaian kecil meskipun hanya sarung tangan pengganti atau balaklafa si buah hati.

Siapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk naik gunung, seperti tenda, kompas, senter, headlamp, jaket gunung, sepatu gunung, topi, jas hujan, safety helmet, sleeping bag, carier untuk menggendong buah hati dan obat-obatan pribadi juga P3K.

Lakukan pengarahan bersama si buah hati sebelum berangkat. Ini untuk menjelaskan rute yang dilalui, tantangan yang akan dihadapi, dan bagaimana cara menghadapi serta bersikap selama naik gunung.

Pikirkan rencana A B, dan C, untuk menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi selama naik gunung.

Pastikan si buah hati beristirahat dengan cukup, serta mendapatkan asupan nutrisi yang baik sebelum naik gunung.

Lakukan pengawasan ketat pada si buah hati selama perjalanan naik gunung. Dan jangan lupa lakukan juga pengawasan pada pasangan anda.

Membawa mainan kesukaan si buah hati juga bisa anda lakukan untuk membuat buah hati semakin semangat di gunung.

Tak perlu memaksakan diri ayah bunda apalagi memaksakan buah hati jika sudah tidak memungkinkan mendaki sampai puncak atau target tujuan.

Mendaki gunung bukanlah tentang menaklukan gunung, tapi tentang mengenal dan menaklukan diri sendiri. Mendaki gunung juga mengajarkan kita filosofi hidup, jadi nikmati setiap langkah, maknai setiap moment.

Selamat mendaki gunung, selamat berjuang, selamat menang dipuncak.

Tinggalkan Komentar