Ngopi Sufi

Jakarta, Jurnalpublik.com – Ngopi adalah peristiwa sederhana, sebuah tradisi banyak orang, banyak bangsa.

Di Mesir, ada tokoh Gerakan Islam yang memulai dakwahnya dari kedai-kedai kopi, orang-orang yang ngopi di kedai-kedai kopi ternyata obyek dakwah potensial. Bukan hanya itu, dakwah di kedai kopi membangun persepsi membumi dan membaur.

Ngopi di era zaman now adalah tradisi old juga milenial, bahkan banyak keputusan-keputusan penting tentang negara diputuskan dengan ngopi. Banyak juga deal-deal bisnis milyaran diputuskan sambil ngopi.

Banyak juga pekerjaan-pekerjaan kantor yang jenuh dan membosankan selesai dan tuntas  di kafe sambil ngopi.

Bahkan banyak juga revolusi dimulai dari ngopi-ngopi bareng.

Ngopi bukan sekedar aktivitas remeh-temeh. Ada relaksasi disana, ada ide-ide cemerlang disana, ada gagasan-gagasan besar disana, ada negosiasi jitu disana, ada perubahah-perubahan yg dimulai disana.

Ngopi bareng Fahri Hamzah di momentum 20 tahun reformasi ini bisa punya banyak makna. Mungkin saja kepemimpinan nasional lahir disini, mungkin saja reformasi jilid dua digagas disini, atau mungkin saja rezim zalim berakhir dimulai dari sini.

Jadi para aktivis pergerakan, di 20 tahun reformasi ini banyak-banyaklah ngopi-ngopi bareng, gagas kembali reformasi, saatnya bergerak, rakyat menunggu.

Irfan Enjo 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.