(Ilustrasi)

Jakarta, Jurnalpublik.com – Apakah anda menonton thriller maze runner? Film fiksi ilmiah yang berkisah tentang pencarian dan penciptaan “flare” yang dapat melindungi manusia dari virus mematikan yang bisa membuat manusia menjadi “crank”.

Penyebutan dan istilah dalam film ini penuh dengan filosofi, mulai dari penamaan tempat seperti “glade” hingga tempat akhir kemenangan di “safe heaven”.

Dalam pencarian “flare” tersebut, ilmuan yang tergabung dalam WKCK, mendoktrin semua orang bahwa mereka baik, tujuan mereka baik, mereka membutuhkan anda untuk kebaikan. Namun pada kenyataannya mereka tidaklah baik, cara mereka tidak baik, dan tujuan mereka pun tidaklah baik. WKCK ini hanyalah satu dari sekian banyak “perkumpulan” yang bermimpi menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi manusia.

WKCK ini sama seperti penguasa dan ilmuan di film hero pada umumnya, mereka merasa tahu dan merasa mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik padahal yang mereka lakukan hanyalah pengorbanan pada banyak orang. Mereka berfikir “flare” yang dianggap mampu memotong virus atau bahkan mematikan virus itu dapat diciptakan.

WKCK ini sama seperti pandangan orang pada umumnya, seperti pandangan motivator pada umumnya, bahwa jika satu orang bisa, mengapa yang lain tidak bisa.

Orang-orang ini berfikir bahwa flare, rasa juang, semangat yang berkobar, jiwa yang penuh pengorbanan, patriotisme, heroisme, itu bisa diciptakan. Mereka tidak paham bahwa “Umar” tidak dilahirkan setiap hari, mereka tidak mengerti bahwa “Khalid” terbentuk bukan hanya dari sekedar loyal.

Yang berbeda dari maze runner dibandingkan film fiksi ilmiah lainnya adalah penguasa, orang cerdas yang menipu, pengusaha, pengkhianat, semuanya mendapat hukuman. Dan kemenangan akhirnya milik “runner” di safe heaven.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.