Jakarta, Jurnalpublik.com – Partai Gerindra membantah pernyataan La Nyalla Mattalitti yang mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto meminta dana sebesar 40 miliar rupiah untuk pencalonan dirinya di Pilkada Jawa Timur. Ketua DPP Gerindra, Sodik Munjahid sendiri mengatakan La Nyalla sedang membual terkait berita miring yang mengatakan bahwa Partai Gerindra memalak dirinya.

Akun resmi twitter Partai Gerindra juga ikut menjelaskan jika tidak ada ‘mahar’ politik di Partai Gerindra. Gerindra telah memberikan kesempatan kepada La Nyalla untuk mencari dukungan dan mencari wakilnya untuk Pilkada Jawa Timur. Namun, La Nyalla dalam keterangan persnya sendiri menyatakan gagal dan mempersilahkan Partai Gerindra untuk mengusung Moreno Suprapto. Secara realistis, Partai Gerindra tidak bisa berjalan sendiri tanpa koalisi dengan partai lain.

Ridwal Kamil dalam cuitannya di twitter juga memberikan dukungan kepada Gerindra terkait mahar politik. “Twit admin @Gerindra ini benar. Saya bersaksi, waktu Pilwakot BDG, Pak Prabowo dan Gerindra tidak meminta mahar sepeser pun utk tiket pilkada. Hatur nuhun.” Seperti kita ketahui, pada Pilwakot sebelumnya Ridwan Kamil diusung oleh Partai Gerindra dan PKS.

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon yang juga kader Partai Gerindra saat ditemui di Gedung DPR RI (11/1), menjelaskan jika ada miss komunikasi antara La Nyalla dan Pak Prabowo. Fadli Zon mengakui jika ada pertemuan La Nyalla dengan Pak Prabowo, akan tetapi hanya bicara persiapan dana untuk menghadapi Pilgub Jawa Timur. “Dana tersebut untuk kampanye dan pemenangan La Nyalla sendiri, bukan untuk Gerindra atau Pak Prabowo. Untuk kampanye dan saksi kan butuh dana yang besar. Untuk teknisnya kan bisa dilakukan penggalangan atau lainnya”, pungkas Fadli Zon.[]

Tinggalkan Komentar