Dana partai politik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses demokrasi. Partai tidak akan mampu menjalankan fungsinya dengan maksimal tanpa didukung pendanaan yang baik.

Untuk tataran sebesar Partai Golkar biaya operasional partai politik tersebut terbilang besar yakni bisa mencapai Rp10 miliar per bulan. Sedang untuk tataran partai sebesar PKS, dana operasional yang dibutuhkan sekitar Rp 4 miliar per bulan.

Meskipun kebutuhan operasional PKS tidak sebesar Partai Golkar, tapi Rp 4 miliar per bulan bukanlah jumlah uang yang sedikit. Dan untuk mencukupi Rp 4 miliar per bulan tersebut PKS selama ini tidak menggenapkannya hanya dari iuran kader. Iuran memang tetap dijalankan untuk kader. Tua, muda, kaya, miskin dikenakan iuran, tapi itu tidak akan cukup untuk operasional partai per bulan. Seperti halnya partai lain, di PKS selama ini ada beberapa orang yang terus berjuang dalam bisnisnya untuk sebagian keuntungannya diserahkan kepada partai, agar partai tetap berjalan setiap bulannya. Tak perlu sebutkan nama.

Namun di kepemimpinan M.Sohibul Iman orang-orang tersebut terpental. Jalannya ditutup, uangnya dianggap haram. Matilah kita tanpa uang. Tidak percaya? Lihat saja cara kepemimpinan PKS belakangan ini dalam mencari dana partai. Galibu di kencangkan, bahkan kader di tataran DPRa yang hidupnya pas-pasan dipaksa iuran lebih besar. Kasihan kader dibawah ini, sudah keringatnya diperas, malunya dibuang, uangnya pun diambil.

Tidak cukup juga, akhirnya politik uang dijalankan. Siapa yang memberi uang lebih besar dia yang diajak koalisi. Tak penting perwakilan kader di pemilihan, tak penting menjilat ludah sendiri. Tak penting lagi arah dakwah ini.

Keputusan paling besar sudah diambil untuk pemilu 2019, dana pun sudah cair. Meski kader belum menerima keputusan besar itu, toh tinggal sebarkan taklimat taat, tidak akan ada yang menolak. Matilah akal kita.

Akhirnya PKS kini bisa bernapas lega sampai 2019. Terlebih lagi bonus membully penggugat partai yang diseting kalah setelah sebelumnya menang di pengadilan negeri dan pengadilan tinggi sudah disiapkan. Untuk selanjutnya mari kader semuanya kita siap-siap saling membully dan di bully.

Tinggalkan Komentar