Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Jakarta, Jurnalpublik.com – Perekonomian Turki merupakan salah satu perekonomian negara berkembang yang mendekati maju (emerging market) menurut International Monetary Fund (IMF). Namun berdasarkan CIA World Factbook, Turki merupakan salah satu negara maju di dunia. Selain digolongkan sebagai negara yang mendekati maju (oleh IMF), dan negara maju (oleh CIA World Factbook), Turki merupakan negara dengan PDB (berdasarkan nominal) terbesar ke-18 di dunia. Kalau dilihat dari PDB berdasarkan PPP, Turki berada di peringkat ke-17 di dunia.

Meskipun tergolong negara kecil, Turki merupakan produsen terkemuka dunia dalam produk pertanian, tekstil, kendaraan bermotor, kapal, sarana transportasi, bahan bangunan, elektronik konsumen, dan peralatan rumah tangga. Turki juga merupakan anggota pendiri OECD (1961) dan G-20 (1999). 31 Desember 1995, Turki tercatat sebagai anggota Serikat Pabean Uni Eropa.

Media informasi Turki dan Dunia mengumumkan bahwa Turki telah terbebas dari seluruh utang luar negerinya (foreign debt) pada tahun 2012. Turki juga menjadi negara yang pertumbuhan ekonominya paling tinggi.

Perekomomian Turki termasuk salah satu yang cukup baik di kawasan Eropa. Diprediksi sejumlah pengamat, Turki akan menjadi kekuatan baru bagi Eropa. Turki juga diprediksi akan menggantikan dominasi Perancis-Jerman di Uni Eropa. Walau belum menjadi anggota Uni Eropa, letak strategis Turki di Eropa dan Asia menjadi keuntungan tersendiri. Karenanya, wajar bila Perancis dan Jerman bersikeras untuk tidak memasukkan Turki dalam keanggotaan Uni Eropa

Mucahit Duman (Kementrian Keuangan Republik Turki), dalam acara 2nd Annual Islamic Finance Conference yang mengangkat tema “The Role Islamic Finance in Eradicating Poverty and Income Inequality” yang di adakan Kementrian Keuangan RI (24/8/2017), dalam presentasinya memaparkan beberapa data perekonomian di Turki, di antaranya adalah:

(1). Jumlah populasi manusia di Turki berjumlah 79,4 juta manusia dengan wilayah area 780.580 sq kilo meter. (2). Pertumbuhan produk dalam negeri (GDP PPP) sebesar 2.082 triliun dolar dan GDP per kapita sebesar 25.776 dolar. (3). Jumlah angkatan kerja di Turki sebanyak 30,2 juta orang (2016), sekitar 1,2 juta warga Turki bekerja di luar negeri. (4). Angka pengangguran di Turki sebesar 11,8% (Oktober 2016). (5). Turki menggunakan mata uang Lira Turki.

Keberhasilan Erdogan

April tahun 2011, setelah memenangkan kembali pemilu Turki, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan bersumpah untuk mengubah Turki menjadi negara paling kuat, modern dan stabil di kawasan. Di depan Majelis Umum ke-18 Eksportir Turki, Erdogan juga menunjukkan data-data kemajuan Turki yang mendukung terwujudnya visi Turki 2023.

Perekonomian Turki meningkat sejak satu dekade terakhir, pasca pemerintahan AKP tahun 2002. Kemajuan ekonomi itu juga yang disinyalir menjadi salah satu kunci kemenangan kembali AKP pada pemilu 2007 dan pemilu 2011 lalu. Berikut beberapa data perekonomian Turki:

  1. Meningkatnya Daya Beli Orang-orang Turki Dengan cepat. pendapatan perkapita meningkat dari USD 3,492 menjadi USD 10,079 atau naik 288%.
  2. Tingkat Pertumbuhan terus meningkat selama periode 2002-2008 dengan pengecualian krisis global tahun 2008, laju pertumbuhan rata-rata sekitar 6,9%.
  3. Perekonomian Turki tahun 2011 tumbuh sekitar 8,9 persen. Dengan demikian dalam pertumbuhan ekonomi Eropa, Turki menempati posisi teratas dan di kalangan kelompok G-20 hanya Cina yang mengungguli tingkat pertumbuhan ekonomi Turki. Negara-negara ambang industri seperti Turki mengalami pertumbuhan ekonomi lebih pesat dibanding negara-negara industri. Tapi betapa cepatnya perekonomian Turki pulih dari krisis keuangan global tahun 2009 sungguh mencengangkan.
  4. Melonjaknya PDB dari 350 Miliar tahun 2002 menjadi 750 Miliar tahun 2008.
  5. Meningkatnya PDB perkapita dari 3300 Miliar dollar tahun 2002 menjadi 10.000 Miliar dollar tahun 2008.
  6. Meningkatnya volume ekspor dari 33 Miliar menjadi 130 Miliar tahun 2008.
  7. Meningkatnya volume investasi sekitar 4,5 kali lipat.
  8. Volume produksi meningkat 2 kali lipat.
  9. Konsumsi meningkat pada periode yang sama hingga 39% sektor khusus (swasta) dan 22% di sektor pemerintah.
  10. Total nilai investasi dari PDB yang menyumbang sekitar 25% meraih peringkat tertinggi di Eropa.
  11. Berkembangannya organisasi pengembang bisnis dan industri yang mandiri (Mosead). Anggotanya mencapai lebih dari 2600 orang, memiliki 800 perusahaan, dan mempekerjakan 2 juta orang. Jumlah cabangnya di dunia mencapai 25 cabang.

Pengentasan Kemiskinan di Turki

Beberapa program yang dilakukan Turki dalam pengentasan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan, di antaranya adalah social transfers (transfer dana sosial), health (kesehatan), education (pendidikan), employment (lapangan pekerjaan), macro economic policies (kebijakan makro ekonomi).

Serangkaian kebijakan makroekonomi dan struktural dilaksanakan dengan sungguh-sungguh guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan sebaran pendapatan yang lebih merata dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pencegahan kemiskinan dilakukan lewat serangkaian kebijakan pembangunan yang ditujukan untuk pemerataan akses kesempatan sosial dan peningkatan lowongan kerja. Tidak mengherankan jika ekonomi Turki langsung membaik sejak dipegang oleh Erdogan. Untuk hal-hal yang positif sudah selayaknya Negara kita (Indonesia) bisa mencontoh Turki.[]

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.