Inovasi Desa Limboto Barat

Limboto Barat, Jurnalpublik.com  – Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sejak November 2017 telah menyelenggarakan Program Inovasi Desa (PID). Program ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang bertujuan untuk mendorong kemandirian desa, meningkatkan pendapatan asli Desa melalui Dana Desa yang dikucurkan setiap tahun. Lembaga Penyelenggara PID telah dibentuk di tingkat kecamatan yang di sebut dengan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID).

Camat Limboto Barat, Hasni D. Lamanasa, S.STP menjelaskan tugas dari TPID ialah untuk mendata kegiatan-kegiatan yang telah di jalankan di desa yang dinilai Inovasif. Kegiatan tersebut dapat berupa kegiatan dilaksanakan oleh institusi pemerintah desa maupun masyarakat desa.

“Yang berikutnya, tugas dari TPID ialah mengidentifikasi potensi inovasi apa yang dapat dilaksanakan di desa-desa di Kecamatan Limboto Barat.” Ujar Hasni

Hasni menambahkan, Program Inovasi Desa yang akan dinilai oleh TPID ada tiga segmen yakni Kewirausahaan, Infrastruktur, dan Sumber Daya Manusia.

Di Kecamatan Limboto Barat, yang terdiri dari 10 desa, ada tiga desa yang memiliki kegiatan yang dinilai inovatif. Yakni Jus Hangat Jahe Kunyit Temulawak yang ada di Desa Pone, Pembuatan perabot rumah tangga berbahan dasar bambu yang ada di Desa Hutabohu, dan Rumah Adat yang ada di Desa Yosonegoro.

Jus Hangat Jahe Kunyit Temulawak adalah minuman serbuk instan yang berbahan dasar jahe merah, kunyit, dan temulawak. Kegiatan inovasi kewirausahaan yang ada di Desa Pone Kec. Limboto Barat ini dilaksanakan oleh Bapak Ferdiyanto Abas yang sekaligus sebagai Ketua TPID Kec. Limboto Barat. Pria yang akrab di sapa Pak Ferdi ini menjelaskan Jus Hangat Jahe Kunyit Temulawak adalah hasil penelitian saya pada Program Study Strata Satu Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gorotalo Tahun 2012. Produk ini baru diproduksi sejak bulan Juli tahun 2017.

“Alhamdulillah, telah terjual lebih dari 300 pcs walapun baru dijual melalui media online.” terang Ferdi.

Pemilik Jus Hangat tersebut menambahkan, Jus Hangat Jahe Kunyit Temulawak selain minuman santai, juga bermanfaat untuk kesehatan. Jahe merah bermanfaat untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Kunyit bermanfaat sebagai anti bodi alami. Dan temulawak bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan. Selain itu, Jus Hangat memiliki kelebihan seperti, praktis digunakan, daya simpan lama, alami tanpa bahan pengawet, dan enak rasanya.

Rumah Industri Bambu, adalah usaha kerajinan pembuatan perabot rumah tangga yang berbahan dasar bambu. Inovasi kewirausahaan yang ada di Desa Hutabohu Kec. Limboto Barat ini adalah kegiatan inovatif yang laksanakan oleh salah seorang warga hutabohu, Yonis Paramata. Bapak yang akrab di sapa Onis yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang disalah satu mebel di Kabupaten Gorontalo .

“Keinginan saya untuk mendirikan sebuah usaha, mendorong saya untuk melakukan inovasi dengan membuat prabot rumah tangga yang berbahan dasar bambu. Pembuatan kerajinan ini saya pelajari dari internet, kemudian saya praktekan. Dan hasilnya medapatkan tanggapan yang baik dari masyarakat dan pemerintah.” kata Onis.

Onis juga menambahkan, perabot yang diproduksinya berbahan dasar bambu pilihan, yang dikelaborasikan dengan perlaku khusus sehingga prabot tersebut tidak mudah rusak dan tidak dimakan rayap. Selain itu, motif cat yang digunakan mengambil warna alami bambu hijau dan kering, sehingga prerabot terlihat lebih menarik.

Usahanya ini baru terlaksana sejak bulan September 2017. Dan dipasarkan dilakukan melui media online dan pameran yang dilaksanakan oleh pemerintah seperti Pameran Inovasi Desa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam rangka Hut Kabupaten Gorontalo yang Ke-344, dan Pameran Pekan Raya Gorontalo yang diselenggarakan dalam rangka HUT Provinsi Gorontalo yang ke 18.

Rumah Adat Yosonegoro adalah Infrastruktur Desa yang dibangun oleh Pemerintah Desa Yosonegoro melalui Dana Desa pada tahun 2016.

Kepala Desa Yosonegoro, Bapak Isa A. Hanapi menjelaskan, “Rumah Adat ini dibangun atas aspirasi masyarakat pada saat Kampanye Pemilihan Kepala Desa Yosonegoro pada tahun 2015. Setelah saya terpilih, saya menganggarkan pembangunan rumah adat ini pada APBDes Yosonegoro tahun 2016. Dan Rumah Ada ini telah selesai dibangun dan dilaunching pada awal tahun 2017.” terang Kepala Desa Yosonegoro, Isa A. Hanapi

Bapak yang akrab dipanggil Aya Hanapi menambahkan, setelah rumah adat ini dibangun, Rumah Adat ini menjadi pusat kegiatan masyarakat Desa Yosonegoro seperti rapat adat, kegiatan keagamaan, kepemudaan, dan kesenian. Dan bahkan, kompleks rumah adat ini sudah beberapa kali menjadi tempat penyelenggaraan pesta penikahan.

Kedepan, rumah adat ini komersilkan untuk meningkatkan Penadapat Asli Desa Yosonegoro.Dari ketiga inovasi desa yang ada di Kecamatan Limboto Barat di daftarkan oleh TPID Kec. Limboto Barat dalam Program Inovasi Desa untuk membantu pelaku inovasi, agar usahanya dipromosi kehalayak umum untuk menjangkau konsumen dan investor. Selain itu, inovasi ini menjadi contoh bagi desa yang lain baik desa yang ada di Kecamatan Limboto Barat mapun desa diluar Kecamatan Limboto Barat.

Laporan : Nitam Kasim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.