Menteri Keuangan Sri Mulyani

Jakarta, Jurnalpublik.com – Pengamat Ekonomi Salamuddin Daeng menilai regulasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188 Tahun 2018 tentang Bea Cukai akan menjadi ajang pemalakan rakyat. Salamuddin Daeng mengatakan setelah satu dekade terakhir pemerintah menghapus bea masuk dalam rangka perdagangan bebas, baik WTO, ASEAN FTA, ASEAN CHINA FTA Dll, kini pemerintah akan memulai agenda baru yang membuat rakyat “ditelanjangi” ketika sampai di bandara.

“Tahun 2018 akan mulai dipungut pajak ala palak palakan kepada para pelancong yang pulang dari luar negeri. Setiap barang bawaan yang dibawa dari luar negeri yang secara total bernilai usd 500 atau total Rp. 6,5 juta akan dipalakin sekitar 27 %. . Ini sudah masuk pajak untuk kelas kere. ” Ungkap Salamuddin.

Salamuddin mengingatkan untuk para pelancong dari luar negeri agar bersiap ditelanjangi dalam rangka dihitung harga pakaian yang dipakai, celana dalam, dasi, jam tangan, ikat pinggang serta aksesoris lainnya.

“Jika anda tidak bisa bayar 27% maka anda harus siap menanggalkan semuanya di airport. Ini merupakan hasil reformasi pajak oleh menteri alumni bank dunia dan merupakan terobosan paling “pecah banget” alias “milenial banget” di era Jokowi.” Tegas Salamuddin.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan, bahwa batas barang impor bawaan penumpang dari luar negeri dinaikkan menjadi US$ 500 per orang dari yang sebelumnya US$ 250 per orang. Pengubahan batas pengenaan bea masuk terhadap impor barang bawaan ini nantinya akan tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang merupakan revisi dari PMK Nomor 188 Tahun 2010.

“Kami mengubah PMK yang diatur sejak 2010 itu menjadi PMK baru di mana volume untuk jumlah FOB per orang yang tadinya US$ 250 per orang membawa barang dari luar ke Indonesia, sekarang dinaikkan jadi USD 500 per orang,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Aturan yang baru ini, lanjut Sri Mulyani, juga menghapus batasan nilai barang untuk keluarga. Di mana, pada PMK Nomor 188/2018 ditetapkan batasan untuk satu keluarga sebesar US$ 1.000.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.