Deddy Mizwar (Kemeja Biru) bersama Dedy Mulyadi setelah pengumuman MSI tidak mendukung Deddy Mizwar

Jakarta, Jurnalpublik.com – Ketika paket Demiz-Syaikhu di goyang Gerindra, MSI Presiden PKS meyakinkan kader dengan kata-kata magisnya : “Jika kita mengikuti ritme politik kita akan sport jantung, jika kita mengikuti qiyadah jamaah (pimpinan) maka kita tenang”

MSI mampu meyakinkan kader-kader se-Jawa Barat untuk tidak goyah dan yakin dengan pilihan qiyadah untuk mengusung Demiz-Syaikhu. Bahkan beredar foto kemesraan MSI, Demiz dan Syaikhu yang diposting langsung oleh Demiz

Link :

Kader tsiqoh dan taat, maka kader-kader mulai bergerak sosialisasi paket Demiz-Syaikhu untuk Pilgub Jabar. Ternyata tsiqoh dan taat kader tidak sia-sia, paket Demiz-Syaikhu mendapat tiket lengkap, PKS, Demokrat dan PAN…Demiz-Syaikhu siap maju Pilgub Jawa Barat. Layar terkembang, siap bertarung…

Namun ketika kader mengabaikan ritme politik dan mengikuti qiyadah jamaah justru qiyadah jamaah yg mengikuti ritme politik…

Demiz-Syaikhu yang sudah disosialisasikan selama 4 bulan harus kandas karena qiyadah mengikuti ritme politik

Sudrajat-Syaikhu pada akhirnya…
Entah apa dosa Demiz terhadap PKS, entah khilaf apa Demiz terhadap PKS sehingga akhirnya PKS meninggalkan Demiz…..

“Jika kita mengikuti ritme politik kita akan sport jantung, jika kita mengikuti qiyadah jamaah (pimpinan) maka kita tenang”

Tetapi semakin mengikuti qiyadah jamaah kenapa semakin tidak tenang ya???

Dadang Gumilar 

Tinggalkan Komentar