Mr Bean hendak mengambil gambar wajah dirinya sendiri (Ilustrasi)

Tidak ada anak emas, bahkan Einstein menjadi anak yang tak membanggakan ketika dia masih anak-anak. Dia perlu proses dan pengalaman untuk menjadi seorang Einstein yang kita kenal sekarang.

Seperti itulah seorang anak. Kecerdasan mungkin diturunkan tapi apakah tingkat kecerdasan itu akan meningkat atau menurun, itu perlu proses dan pengalaman. Ada banyak proses yang dilalui seorang anak sejak bayi, dari mulai mengangkat kepala hingga berdiri tegak diatas kakinya sendiri, bicara dan berlari, semua ada prosesnya.

Begitupun dalam sebuah organisasi. Tidak ada kader emas.

Bahwa waktu berbicara. Pengalaman adalah guru paling utama. Itu belum berubah. Bukan orang bergelar guru paling utama. Camkan itu kembali.

Memang begitulah seharusnya. Orang yang paling berpengalaman adalah orang yang lebih “berilmu” daripada orang yang berilmu dengan gelar.

Kita tentu tahu jenjang kader dalam organisasi sangat perlu. Itu untuk menunjukan tingkatan kepedulian anda pada organisasi. Jadi kalau ada seseorang yang tingkatan kadernya naik hanya karena dia bergelar bukan karena proses peningkatan jenjang, itu adalah pembodohan. Antara organisasi dan gelar adalah dua hal yang berbeda.

Gelar itu tidak membantu sama sekali.

Itu bagaikan mendayung dengan keras di lautan padahal tujuan adalah danau dibelakang bukit, tak kan sampai.

Dan terlebih lagi, anda harus sadar diri kemampuan anda. Einstein sangat menyadari dirinya sesuai dengan Fisika, itu merupakan hal penting, tahu diri.

Dan jika pimpinan organisasi diserahkan kepada orang yang kenaikan jenjangnya bukan berdasarkan proses dan pengalaman, terlebih keilmuannya tidak linear dengan organisasi tersebut, siap-siaplah organisasi tersebut akan jungkir balik berputar tak karuan mencari tempat berpijak. Karena pimpinannya pun sedang belajar berpijak. Anda sangka mudah memijakkan sebuah organisasi diatas bumi, terlebih berdiri tegak, itu sulit kawan.

Dan untuk selanjutnya kita akan terus melihat langkah-langkah limbung organisasi tersebut. Jangan tanya bagaimana pimpinan itu melangkah. Ucapannya pun kita tak kan paham, berceracau tak tentu arah, macam bayi belajar bicara. Karena memang baru belajar.

Dan kepada anda yang ada didalam organisasi tersebut, saya ucapkan selamat menikmati masa-masa suram organisasi. Semoga Allah tajamkan mata kita, tegakkan telinga kita, dan kuatkan hati kita agar tak jatuh bersama-sama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.