Yogyakarta, Jurnalpublik.com – “Kementerian Agama telah sejak lama memiliki kesadaran terhadap pentingnya e-Government. Bahkan boleh disebut Kemenag merupakan salah satu dari sedikit lembaga yang menerapkan e-Goverment sebagai wujud pelayanan publik yang prima.”

“Kesadaran seperti itu diwujudkan dalam Sistem Komputerasi Haji Terpadu (SISKOHAT), Sistem Informasi Bimas Islam, Education Management Information System (EMIS) dan sejumlah layanan berbasis Informasi Teknologi.”

“Selaras dengan latar belakang tersebut dan terus melanggengkan semangat perubahan ke arah yang lebih baik, Kemenag DIY pada kesempatan ini atas doa restu Bapak Menteri Agama, berusaha membangun digitalisasi birokrasi. Kemenag DIY melanjutkan semangat itu dalam bentuk launching e-Goverment dalam kesempatan ini sekaligus menandai Hari Amal Bakti ke-72 Kemenag”, ungkap Drs. Lutfi Hamid M.Ag., Kepala Kanwil Kemenag DIY di sela-sela acara Gebyar Kerukunan Umat Beragama 2017 yang bertempat di GOR Amongrogo, Kota Yogyakarta (18/12).

E-Goverment tersebut dalam bentuk e-SPIP, e-Audit, e-Accounting, e-Rekom untuk pendataan jamaah umrah, e-Data untuk pengelolaan data secara tersinergi dan Simkah Desa untuk pencatatan calon pengantin.

Khusus yang disebut terakhir ini akan sangat meringankan beban Pemerintah Desa saat pendaftaran calon pengantin. Sekali memasukkan identitas langsung bisa digunakan dalam banyak formulir.[]

Tinggalkan Komentar