Pembukaan Muktamar KAMMI X oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Medan , Jurnalpublik.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar agenda Muktamar ke X yang berlangsung di Medan mulai hari Minggu (10/12). Agenda 2 tahunan yang bertujuan untuk memilih ketua umum KAMMI tingkat pusat ini diduga mendapat campur tangan entitas di luar institusi KAMMI itu sendiri yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

“Ada satu alumni KAMMI berinisial ANDR yang datang ke gelanggang muktamar membawa surat rekomendasi dari PKS untuk memilih calon ketua umum dalam Muktamar KAMMI kepada Calon Ketua Umum berinisial IRF” ujar salah satu kader KAMMI berinisial NF yang menjadi peserta muktamar kepada redaksi Jurnalpublik.com

NF juga melanjutkan, para simpul ketua KAMMI yang memiliki hak suara memilih ketua umum didatangi oleh agen PKS tersebut baik langsung maupun via telepon. NF menyebutkan diantara yang dihubungi via telepon adalah delegasi dari Sumatera.

“Saya menyaksikan kawan kawan dari Sumatera ditelepon oleh agen tersebut” tegas NF.

Selain itu, kader KAMMI berinisial UA juga membenarkan akan adanya operasi PKS untuk ketua umum KAMMI  , dia menyebutkan beberapa kawan delegasi daerah mendapat telepon dari agen PKS dan meminta mereka untuk memilih calon ketua umum berinisal IRF.

Menanggapi kondisi ini , salah seorang alumni KAMMI bernama Amsa yang juga tergabung dalam Keluarga Alumni KAMMI (KA KAMMI) menyebutkan bahwa tindakan oknum alumni yang membawa nama PKS untuk memenangkan salah satu calon menjadi Ketua Umum KAMMI telah mencederai kemerdekaan diri serta intelektual kader KAMMI.

“Kemarin malah ada kabar kalau PKS mengarahkan suaranya ke calon ketua umum selain yang namanya disebut sekarang. kalau tidak salah dari lampung atau jogja ya?. Ya budaya seperti ini harus didobrak dan dilawan. Itu adalah kebodohan terstruktur” ujar Amsa.

Muktamar KAMMI yang juga dibuka oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan ini juga telah mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sekaligus sebagai pendiri dari KAMMI, Fahri Hamzah mengatakan dia tidak terlibat dalam pencalonan Ketua Umum KAMMI.

“Biarkan mereka kelola konfliknya sendiri. Itu yang membuat orang menjadi dewasa. Jadikan KAMMI sebagai Lembaga otonom. Karena yang membuat organisasi ini besar adalah jangan sekali – kali kendalikan langkahnya. Dan biarkan mereka berpikir dan bersikap dewasa” terang Fahri Hamzah.

Tinggalkan Komentar