Gorontalo, Jurnalpublik.com – BPTP Gorontalo gelar temu lapang teknologi hasil panen dan penanganan limbah jagung untuk pakan ternak Bertempat di aula BP3K Suwawa dan di hadiri kurang lebih 30 orang peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian dan petani dari kecamatan Kabila dan kecamatan suwawa.

Adapun yang menjadi pemateri pada kesempatan ini adalah Jufri Harun selaku petani binaan BPTP gorontalo, Dedy hertanto. SP, M.Si, Soimah munawaroh. S.Pt Selaku penyuluh pertanian BPTP Gorontalo. Acara ini turut dihadiri Kepala BPTP Gorontalo, Kepala Desa Dutohe, Kepala BP3K Suwawa. Kepala BPTP Gorontalo Dr. Ir. Awaluddin Hipi, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa varietas jagung badan Litbang terdiri dari hibrida dan bersari bebas ( komposit).

Varietas bersari bebas merupakan varietas yang bisa di manfaatkan banyak oleh petani. Sementara itu Soimah Munawarah dalam penyampaian materinya menyampaikan bahwa upaya peningkatan kualitas tongkol jagung sebagai pakan ruminasia dapat dilakukan dengan perlakuan fisik, kimiawi, biologi atau gabungan perlakuan tersebut.

Perlakuan fisik dengan pencacahan dapat digabungkan dengan perlakuan kimiawi berupa amoniasi dan perlakuan biologi yaitu fermentasi menggunakan starter mikrobia sellulolitik. Salah satu fungsi amoniasi adalah memutus ikatan lignoselulosa dan hemiselulosa serta menyediakan sumber N untuk mikrobia, sedangkan fungsi fermentasi adalah dapat menurunkan serat kasar dan sekaligus meningkatkan kecernaan bahan pakan berserat.

Proses fermentasi bertujuan menurunkan kadar serat kasar, meningkatkan kecernaan dan sekaligus meningkatkan kadar protein kasar. Dedy Hertanto dalam materinya menyampaikan bahwa Penggunaan teknologi amoniasi fermentasi, dapat meningkatkan kandungan protein kasar tongkol jagung dengan menurunkan kandungan serat kasar, serta meningkatkan kecernaan tongkol jagung, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pakan yang baik untuk ternak ruminansia.

Penggunaan limbah tanaman jagung sebagai pakan dalam bentuk segar adalah yang termudah dan termurah tetapi pada saat panen hasil limbah tanaman jagung ini cukup melimpah maka sebaiknya disimpan untuk stok pakan pada saat musim kemarau panjang atau saat kekurangan pakan hijauan. Di Indonesia, kebanyakan petani akan memberikan tanaman jagung secara langsung kepada ternaknya tanpa melalui proses.

Tinggalkan Komentar