Menkopolhukam, Wiranto

Medan, Jurnalpublik.com – Menteri Politik dan hukum (Polhukam) Wiranto menjadi keynote speaker dalam Muktamar X KAMMI di Medan, Sumatera Utara.

Wiranto menyebut Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) adalah organisasi mahasiswa yang sudah lama berdiri, semenjak tahun 1998. Usia itu sama dengan usia reformasi, sehingga diharapkan menjadi inisiator perubahan.

“Usia KAMMI ini sama dengan usia reformasi Indonesia, dari orde baru ke orde reformasi. Sehingga semangat yang di sana semangat pembaharuan, jadi saudara lahir ditakdirkan melakukan pembaharuan,” kata menteri Polhukam Wiranto di Medan Sumatera Utara (11/12).

Lebih jauh, kata Wiranto, pemuda harus bergerak karena dunia semakin cepat berubah. Perubahan ini terlihat dari semakin cepatnya perubahan alat informasi ataupun sarana transportasi.

Dirinya mencontohkan, dulu handphone adalah hal yang mahal dan terbatas, fiturnya hanya untuk menelpon dan mengirim pesan saja. Namun kini alat komunikasi semakin canggih bukan saja untuk berkomunikasi tetapi juga sarana sosial media.

Oleh karena itu, sangat berbahaya jika tidak mengikuti perkembangan teknologi dan informasi tersebut. MengingatĀ kemajuan negara bergantung kepada pemimpin-pemimpinnya.

“Saudara punya konsep Indonesia emas 2045, itu perlu menyiapkan generasi millenial, itu betul karena jatuh-bangunnya suatu negara tergantung pemimpin-pemimpinya,” kata Wiranto.

Lebih jauh, Kata Wiranto, flat form “Jayakan Indonesia 2045” sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia. Sesuai dengan harapan founding Father negara Indonesia yakni “Menghantar kan segenap bangsa Indonesia yang adil dan Makmur” yang belum tercapai.

“Itulah pentingnya kepemimpinan dari KAMMI membawa cita-cita bangsa Indonesia,” ulas Wiranto.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, kata Wiranto, bangsa menghadapi ancaman dan tantangan berat berupa perpecahan. Untuk itu perlu mempertahankan dan memahami kembali semangat kebhinekaan.[]

Tinggalkan Komentar