Ketua RW 09 Kelurahan CIlangkap, Tapos dan hasil panen warga.

Depok, Jurnalpublik.com – Telah diluncurkan Balai Kelola Organik (BKO) di RW 19, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok pada 12 November 2017 lalu. Pembentukan BKO berhasil terealisasi berkat kerjasama antara warga RW 19 dengan Generasi Muda Cindekia (GMC), sebagai bagian dari Program Bina Desa Bangun Indonesia (Bindesia). Pelaksanaannya didukung penuh oleh Program Sosial Bank Indonesia.

Kehadiran BKO adalah tindak lanjut dari potensi besar yang dimiliki oleh Cilangkap. Baik potensi lahan fasilitas umum (fasum) di RW 19 yang subur, maupun potensi sosial dari warga setempat. Jauh sebelum program BKO digagas, para Ibu yang tergabung dalam PKK sudah memanfaatkan lahan fasum untuk menanam jagung, pisang, singkong, pepaya dan tanaman buah lainnya. Luas lahan yang digarap masih sekitar 200 m2 atau hanya 2,2% dari total lahan fasum. Dari luas tersebut, khusus untuk produksi jagung, panen terakhir menghasilkan 100 kg. Hanya saja, sistem budi daya pertanian yang dipakai masih konvensional.

Para Ibu pengelola BKO RW 19, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Adalah Alif Hidayat, Ketua RW 19 yang selama ini mendampingi warga untuk bercocok tanam. Alif dan warganya menekuni aktivitas baru (yang oleh Beliau diistilahkan) sebagai petani kota dengan antusias. Tutur Beliau, “Subur nian lahan kita. Tanah Cilangkap, jika digarap dengan baik dan benar, diberi pupuk secara periodik, dirawat setiap waktu, maka hasil pertaniannya akan melimpah dan berkualitas. Inilah anugerah dari Allah untuk warga Cilangkap.”

BKO mengkonfersi sistem budidaya pertanian yang masih konvensional ke sistem organik. Langkah awal yang dilaksanakan, antara lain menjamin suplai kebutuhan pupuk dan media tanam organik. Serta memastikan kesiapan warga RT 19 sebagai SDM utama. Warga akan mendapatkan pendidikan dan pendampingan daur ulang limbah organik rumah tangga menjadi faktor input bagi sistem pertanian organik.

Merujuk pada kesepakatan seluruh stakeholder, luas lahan fasum yang siap digarap mencapai 9000 m2. Setelah datangnya dukungan yang sedemikan besar untuk memenuhi aspek-aspek yang diperlukan dalam sistem pertanian organik dan adanya penambahan luas lahan garapan, BKO mengamini akan meningkatnya kualitas dan kuantitas hasil panen.

“RW 19 Cilangkap merupakan cikal bakal kampung organik, mari kita buktikan kesuburan tanah fasum di Cilangkap”, tutup Maulana Ishak, Manajer Program Bindesia.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar