Jakarta, Jurnalpublik.com – Tak perduli adalah budaya masyarakat individualis. Biasanya terjangkit pada masyarakat perkotaan. Ada yang dicopet, tak perduli. Toh bukan kita yang dicopet. Ada ambulan meraung-raung minta diberi jalan, tak perduli, toh bukan keluarga kita yang sakit di dalam ambulan itu. Ada mobil orang yang mogok, tak perduli, toh bukan mobil kita yang mogok. Ada anak kecil merajuk minta duduk pada ibunya di kereta yang sedikit penuh, tak perduli, toh bukan anak kita yang berdiri di kereta.

Masyarakat perkotaan biasanya sibuk dengan dunianya sendiri, tak perduli pada yang lain.

Juga tak perduli pada agamanya, tak perduli pada persatuan umat.

Dan itu berubah kemarin, ketika mujahid Ciamis dan mujahid lainnya berbondong-bondong datang ke Jakarta. Masyarakat pedesaan yang perduli Jakarta, kota metropolitan yang induvidualis.

Mereka perduli dengan Jakarta, perduli dengan agamanya.

Dan keajaiban terjadi, perubahan terjadi. Benarlah ayat yang mengatakan Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka.

Untuk ujian persatuan kita lulus, umat muslim Indonesia kini bersatu, tak perduli perbedaan partai dan ormas.

Dan kini datang ujian berikutnya, tarafnya lebih tinggi, namanya ujian pasti akan semakin sulit.

Ujian kali ini datang dari Amerika.

Jika dalam ujian kemarin kita hanya diminta berjuang di Jakarta, kini kita diminta berjuang bersama masyarakat dunia. Iya betul. Amerika menantang perang umat muslim sedunia dan seluruh manusia di bumi ini, kita harus menjawab tantangan itu. Kita harus perduli. Tentu bukan selemah-lemah iman yang bisa kita lakukan, tentu bukan hanya doa yang bisa kita lakukan. Jika kita mampu berjuang di medan perang seperti yang diserukan Hamas, berjuanglah. Ke Palestina tentunya. Jika tidak mampu ke Palestina berjuanglah dari sini, di Indonesia. Kita bisa berjuang dengan memboikot produk Amerika dan Israel. Itu yang paling bisa kita lakukan. Ini bukan tentang persaingan bisnis lagi, tapi sudah tentang penjajahan. Maka turutlah dalam barisan yang perduli pada sesama, turutlah pada barisan yang memperjuangkan kemerdekaan untuk semua. Maka merdekalah saudara kita di Palestina.

Tinggalkan Komentar