Bogor, Jurnalpublik.com – Berbagai komisariat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Kota Bogor beruntun adakan Dauroh Marhalah (DM) 1 yang dimulai sejak awal pertengahan semester ganjil hingga akhir tahun ajaran 2017/2018.

Organisiasi KAMMI dalam pergerakannya memilki visi mencetak kader- kader calon pemimpin yang  mempunyai upaya mewujudkan Bangsa dan Negara Islami.

Maka untuk mewujudkan visi tersebut, Komisariat KAMMI yang ada di kota Bogor, mengadakan Dauroh Marhalah 1 (DM1). Dauroh Marhalah 1 adalah program pengkaderan dan penguatan intelektual mahasiswa Muslim guna merekrut anggota baru KAMMI.

Shofura syahidah, selaku anggota Korps Pemandu Kader, Sub divisi bidang kaderisasi KAMMI Daerah (KAMDA) Bogor, mengatakan “DM 1 ini merupakan gerbang formal masuk sebagai kader KAMMI”.

Dan hal itu diperjelas oleh pernyataan Kepala Departmen Kaderisasi KAMDA Bogor, Ella Rizki F.M, menurutnya, DM 1 adalah pintu gerbang masuk ke dalam sistem keanggotaan KAMMI. Di DM1 pesertanya akan dikenalkan tentang dasar- dasar keislaman dan ke KAMMI-an

Perempuan yang akrab disapa Ella, menjelaskan  bahwa DM terdapat tiga tingkatan. “Nantinya DM 1 menghasilkan Anggota Biasa (AB) yang siap dibina dalam Madrasah KAMMI 1 (MK 1) baik Khos maupun Klasikal, kemudian di sertifikasi, jika lulus jadilah Anggota Biasa 1 (AB1). Dan keluaran AB1 ditargetkan terbentuk kader yang memiliki pribadi Islami. Selanjutnya, DM 2 menghasikan AB2 yang siap di ikutkan MK2. Keluaran AB2 ditargetkan terbentuknya kader penggerak dan pemikir bagi organisasi maupun komunitasnya. Berikutnya, masuk ke DM3, yang akan menghasilkan kader AB3 yang dapat mengambil dan memutuskan kebijakan, serta memikirkan ideologi organisasi.”.

Menurut Ella, komisariat di Bogor telah menggelar agenda DM1 secara berkala. Antara lain, komisariat di Politeknik Akademi Kimia Analisis (AKA), Universitas Juanda (UNIDA), Universitas Ibn Khaldun (UIKA), Institut Pertanian Bogor (IPB). “Sedangkan masih ada dua Komisariat lagi yang belum mengajukan surat izin pelaksanaan DM1 ke KAMDA, yakni Komisariat di Universitas Pakuan dan Tazkia” ungkap perempuan lulusan Universitas Nusa Bangsa Bogor jurusan Kimia tersebut.

Ketua pelaksana DM1 di Komisariat KAMMI AKA, Ari Saputro, mengungkapkan bahwa tujuan Komisariat AKA mengadakan DM1 selain untuk mencetak kader KAMMI, juga bertujuan untuk mempersiapkan regenerasi di Komisariat AKA sendiri.

Ella, memaparkan, ada lima materi wajib yang harus di sertakan dalam DM1. Yakni, syahadatain, Problematika Ummat, Syumuliatul Islam, Islam Pemuda Dan Perubahan, Sejarah dan Filosofi Gerakan KAMMI. “Urutan dan nama materi persisnya ada di Manhaj”, tambahnya.

“Kaderisasi KAMDA Bogor pun menghimbau kepada seluruh Kaderisasi yang ada di setiap Komisariat, “kaderisasi adalah nafas gerakan KAMMI, oleh karena itu kaderisasi menjadi prioritas. Sebisa mungkin jangan tersendat apalagi terhenti”, himbau Ella. (Sendi/lpku)

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar