Ilustrasi

Jakarta, Jurnalpublik.com – Apakah anda anggota KAMMI namun tidak memiliki kartu anggota? Padahal anda sudah lama memesan kartu anggota namun tidak jadi-jadi. Kalaupun anda memiliki kartu anggota, apakah anda merasa mendapatkan manfaat dari kartu tersebut? Anda tahukah alasan mengapa kartu anggota lama jadinya dan sedikit manfaatnya? Jawabannya ini soal bisnis organisasi. Bukan berarti membiniskan organisasi buat mendapatkan proyek bisnis untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok, ini jelas pikiran nggak bener dan nggak kreatif.
Pikiran benernya adalah membangun organisasi dengan mindset bisnis, logika bisnis dan cara-cara bisnis. Penasaran? berikut penjelasannya!

Trend transaksi di Indonesia dan dunia mulai bergeser dari cash money menuju e-money. Trend ini bisa dioptimalkan oleh berbagai lembaga yang memiliki jumlah anggota dalam jumlah besar besar, tersebar di seluruh Indonesia serta lebih menariknya lagi memiliki rentang usia produktif antara 17-55 tahun.

Jumlah anggota yang besar menjadi market karena bisnis yang akan terjalin antara sebuah lembaga dengan perusahaan akan menghasilkan keuntungan besar berdasarkan jumlah transaksi anggota. Selain itu tidak jika program menarik maka anggota organisasi akan mengajak lingkungan terdekatnya yaitu keluarga, teman dan tetangga untuk bergabung.

Faktor sebaran anggota yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia tentu keuntungan yang luar biasa. Trend perusahaan hari ini dengan model terpusat, flat structur dan berbasis terkonologi agar biaya operasional minimalis tentu akan sangat tertarik menjalin kerja sama dengan sebuah organisasi yang memiliki pimpinan pusat dengan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sedangkan rentang usia produktif antara 17-55 merupakan market potensial. Karakternya mirip-mirip walaupun rentang usia panjang yaitu terkoneksi dengan media sosial, memiliki penghasilan dan memiliki daya beli serta aktif bepergian merupakan segmen yang menggiurkan.

Beberapa faktor diatas sebuah peluang yang bisa dioptimalkan oleh KAMMI. Model kerja sama yang bisa dilakukan diantaranya dalam bidang banking setiap pemegang kartu anggota bisa menggunakan kartu tersebut untuk transaksi e-money. Bidang transportasi bisa terjalin kerja sama potongan harga pembelian tiket pesawat, kereta api, kapal laut, bus, ojek online dan ransportasi darat lainnya. Bidang makanan perusahaan yang memiliki cabang di seluruh Indonesia bisa di ajak kerja sama serta berbagai manfaat lainnya. Bidang payment lebih menggiurkan lagi bayar token listrik, pembelian pulsa, PDAM dan pembelian kebutuhan harian seperti gula, beras, minyak bisa dilakukan kerja sama langsung dengan produsennya.

Makin semangat membaca? Tulisan selanjutnya akan membuat anda mengernyitkan dahi dan kemudian mengangguk-angguk setuju dan tanpa sadar tersenyum.

Kita akan membicarakan keuntungannya ada dimana? Keuntungan ada dua yaitu bagi anggota akan mendapatkan banyak diskon, fasilitas dan kemudahan sedangkan bagi organisasi akan mendapatkan pemasukan dari fee administrasi setiap transaksi.

Misalkan kita buat hitungan kasarnya sebagai berikut:

Anggota KAMMI 30.000 orang dimana setiap anggota rata-rata melakukan aktivitas belanja, jalan-jalan, makan diluar dan lain-lain 100 kali transaksi selama satu tahun dengan biaya per transaksi sebesar Rp.3000,- maka potensi yang bisa dihasilkan mencapai 9 milliar. Jumlah yang fantastis!

Aza El Munadiyan
Manajer Strategic Partnership Dompet Dhuafa Pendidikan yang memimpin unit Marketing Communication dan Fundraising

Tinggalkan Komentar