Yogyakarta, Jurnalpublik.com – Forum Zakat (FOZ) nasional mengadakan CEO LAZ Forum yang bertempat di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta. Acara yang berlangsung mulai hari ini sampai besok (28-29 November 2017) dihadiri oleh 64 lembaga yang berasal dari LAZ ormas, LAZ BUMN, dan lainnya.

Nana Sudiana, Ketua Panitia CEO LAZ Forum mengatakan, “Acara ini merupakan konsolidasi aktifis gerakan zakat di Indonesia. FOZ merupakan rumah bersama gerakan zakat Indonesia. FOZ juga memberikan bantuan untuk proses perijinan untuk lembaga yang menjadi anggotanya.”

“Acara ini diselenggarakan sebagai pra Munas FOZ yang akan diadakan di awal Februari 2018 dan bertempat di Lombok. Forum ini untuk memberi energi dan spirit perbaikan bangsa. Selain itu FOZ ingin menjadi mitra strategis Pemerintah dalam hal pengentasan kemiskinan”, ungkap pegiat lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) ini.

“Pengumpulan zakat di Indonesia cukup besar, insya Allah jumlahnya tahun ini sebesar enam triliun. Sehingga lembaga-lembaga zakat ini butuh penguatan dalam hal penghimpunan, distribusi dan internal (SDM) sendiri.”

“Ada isu penting dalam pertemuan ini, yaitu penguatan standarisasi Amil (sertifikat Amil). Sertifikasi ini untuk memperkuat basis keilmuan dan profesionalisme pengelola zakat (Amil) agar bisa berbuat lebih baik, terukur, dan sistematis. Pekerjaan bersama FOZ adalah memperbaiki kondisi masyarakat terutama kemiskinan. Sehingga kita tidak bisa bekerja sendirian”, tutup Nana.

Dalam sambutannya, Nur Effendi Ketua Forum Zakat mengatakan dalam rencana jangka panjang yang dibuat oleh FOZ, menginginkan terbentuknya kelembagaan zakat setingkat Menteri. Kemudian agenda FOZ yang lain ada beberapa poin, di antaranya adalah: (1). Amandemen Pengelolaan Zakat nomor 23/2011. (2). Terbentuknya lembaga regulator dan pengawas setara Bank Indonesia. (3). Standarisasi kebijakan zakat secara nasional. (4). Interkoneksi antar lembaga. (5). Membuat peta Mustahik berbasis asnaf. Terakhir, membentuk ikatan profesi Amil Indonesia.[]

Tinggalkan Komentar