Yogyakarta, Jurnalpublik.com – Menkominfo melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika mengadakan diskusi Publik dalam rangka sosialisasi redesain USO dengan tema “Generasi Muda Inspiratif dan Kreatif Dengan Internet” bertempat di Ballroom Pakoebowono, Hotel Pandanaran Yogyakarta (23/11).

Dhia Anugrah Febrinsa, M. Eng., pembicara pertama menyampaikan data-data terkait statistik pengguna internet di Indonesia yang mencapai 132,7 juta. “Di Indonesia, pengguna internet terbanyak di pulau Jawa, sebesar 65 persen. Universal Service Obligation (USO) ini merupakan amanat Undang-Undang. USO merupakan bentuk kewajiban Pemerintah untuk memberikan layanan publik, khususnya layanan telekomunikasi dan informasi”, ungkap Direktur Penyedia Infrastruktur BP3TI KEMENKOMINFO ini. 

Pembicara kedua adalah DR.Sukamta, yang merupakan anggota DPR RI Komisi 1. Pak Kamta menyampaikan, “Penggunaan internet harus digeser ke ‘digital inklusi’. Apa itu digital inklusi? Digital inklusi adalah menggunakan internet untuk kepentingan ekonomi dan bisnis. Selain internet untuk ekonomi, ia berharap user (pengguna internet) juga harus cepat (pintar) seperti teknologi yang juga berkembang cepat. Akibat lambatnya user, kita masih sering membaca informasi-informasi hoax, konten pornografi dan lain-lain”, ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Pembicara terakhir, Idam Ananta Timur, M. Kom. Dalam kesempatannya, ia menyampaikan akselerasi ekonomi digital di Indonesia. Idam mengungkapkan agar internet digunakan untuk hal-hal positif dan untuk menghasilkan karya yang kreatif. “Ketika internet untuk karya-karya yang kreatif, internet bisa menembus halangan birokrasi dan institusi. Selain itu, karya kreatif akan dinilai lebih banyak oleh orang lain. Ia juga mengingatkan agar kita tidak kecanduan dengan internet. Kita juga perlu bersosialisasi dengan masyarakat di dunia nyata”, tutup Dosen UGM ini.[]

 

Tinggalkan Komentar