Peserta Muktamar KAMMI Saat Terpilih Andi Rahmat Sebagai Ketua Umum

Jakarta, Junalpublik.com – Muktamar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia akan dilaksanakan tanggal 10 Desember 2017 sampai 15 Desember 2017 di Medan. Ini merupakan perhelatan yang ditunggu-tunggu seluruh anggota KAMMI se-Indonesia, termasuk saya.

Saya masuk KAMMI tahun 2001 atas pembagian kader kampus antara LDK dan KAMMI, kampus merah UNAS. Dan setelah berada di KAMMI saya mencintai setiap aktivitas KAMMI dalam berdakwah. Dakwah KAMMI harusnya tepat untuk kampus seperti UNAS, karena perpolitikan kental di kampus kami. Mengajak seseorang menekuni agamanya tidak melulu harus mengaji di dalam masjid, dan KAMMI representasi itu, kita berdakwah dimana saja bukan.

Perpolitikan dalam tubuh KAMMI sangatlah kental itu sebabnya kami memahami secara otodidak bagi yang tidak mengambil kuliah sosial politik, bagi yang mengambil kuliah sosial politik, berada di KAMMI adalah aplikasi ilmu yang sejalan sambil belajar.

Oleh karena itu kami cukup akrab dengan perpolitikan kampus dan partai. Dan untuk anggota KAMMI yang terlibat di PKS atau partai lain ketika mengalami suatu kejadian di partai dia akan berkata, “kita sudah pernah ini (di KAMMI), santai saja.” Ketika KAMMI akan dibubarkan oleh seseorang yang kemana-mana mengaku intel, kami sudah paham itu, lewati saja. Begitupun hari ini, ketika semua orang geram dan tanpa sadar mengikuti genderang KPK, buat kami santai saja, tak perlu diikuti irama itu.

Perpolitikan adalah makanan sehari-hari anggota KAMMI. Ngompol istilahnya, ngomong politik. Sapaan pagi kami adalah perpolitikan hari ini, makan malam kami perpolitikan untuk esok hari, makan beramai-ramai di tempat tongkrongan sambil bahas politik tentunya. Bisa di warung sebelah, bisa di cafe mall-mall yang ada di jalan protokol, bisa juga di kampung seorang teman yang sedang kita kunjungi, sampai malam pekat. Pembahasan politik dimana saja. Jangan dikira kami tidak tahajud, itu bukan ibadah yang harus kami laporkan supaya kami tetap dianggap pejuang Islam.

Perpolitikan hari ini sungguh bukan hal yang membuat kami bingung. Ah, itu politik kawan, biasa itu. Kami mengamatinya setiap hari, membahasnya setiap malam, melakukannya setiap jam, santai saja.

Anda yang menonton berita saja sudah bosan apalagi membahas politik lebih baik tidak usah sok paham perpolitikan hari ini. Mengumbar kalimat fitnah kemana-mana, wah, dosa itu kawan. Perpolitikan bagi kami bukan untuk dibawa kehati, hari ini berseberangan, besok kita kawan lagi, itu sudah biasa. Jika ada anggota KAMMI atau kader pemuda perpolitikan yang membuat status yang melow atau mungkin berapi-api mengatai seseorang, dipastikan nalar politiknya sudah mulai tumpul.

Seperti kata guru saya, politik adalah lingkup yang sempit, itu hanya seputar kebijaksanaan atau kecerdikan. Hukum mungkin lebih luas dari politik tapi itu tidak seberapa, hukum KPK seseorang bisa ditangkap hanya berdasarkan laporan orang lain, syariah tidak bisa begitu. Syariah sungguh luas, sangat fleksibel. Oleh sebab itu kami santai saja mensikapi politik, ada syariah yang memayungi kami. Benar bukan kawan?

Selamat Muktamar untuk kawan-kawan KAMMI se-Indonesia.

Lenny Hamdi
PN KAKAMMI

Tinggalkan Komentar