The Beatles

Jakarta, Junalpublik.com – Band Inggris yang lahir di kota Liverpool punya cerita unik dan menarik. Band besutan john lenonn bergaya rock n roll berdiri bukan atas dasar perlawan tapi justru inilah yang kemudian menjadi bentuk keberanian pemuda-pemudi kala itu. John lenonn merupakan seorang anak yang lahir dari keluarga yang tidak harmonis. Ibunya bercerai dengan ayahnya dan keduanya hanya peduli dengan ego masing-masing hingga lenonn pun dibesarkan melalui asuhan sang bibi dan pamannya. Dalam pencarian jati dirinya lenonn kembali bertemu sang ibu kandung dan mulai mengenal musik.

Elvis sang raja rock n roll adalah yang kemudian menjadi inspirasinya untuk memulai membuat band the quarrymen dengan lagu yang pertama ia bawakan berjudul “Maggie mae” sebuah Liverpool folk song tentang kisah Maggie seorang tunasusila. Bagi lenonn rock n roll adalah ideologies yang tampak dan bukan sekedar musik. Ia bentuk pelarian dari hancurnya sebuah kehidupan keluarga yang normal, sehingga tampil bajingan adalah bentuk perlawanan yang sesuai dengan genre musik yang dialunkan. Dengan gaya rambut Undercut, dan stelan kemeja berkerah ke atas serta tembakau yang terus menyala menjadi pilihan identitas mereka dalam bergaul, dan semua semata-mata adalah bentuk diri melawan norma atau atitude yang wajar kala itu. Semua mulai berubah ketika the quarrymen bertemu dengan sosok Paul Mc Cartney.

Sosok anak remaja dengan tampilan apik klimis dan setangkai mawar yang menghiasi kemeja putih rapih menunjukkan bakatnya mengolah gitar memainkan melodi bass di hadapan John lenonn. Ketika itu john bertanya “mengapa kamu tidak tampak seperti bajingan?”. Paul hanya menjawab “it’s just music, not anymore”. The quarrymen semakin terkenal setelah mereka tampil dalam giggs dan membawakan alunan “moving grooving” dan saat itulah mereka bertemu personil baru Geogre Harrison dan mulai berganti nama menjadi The Beatles.

The Beatles memulai karir lewat tour panjang mereka di kota berlin dan hamburg. Memulai tour jauh ke jerman dengan tambahan personil baru Ringo Star sang penggebuk drum. Karir the Beatles berawal dari bawah, melakukan tour dengan menyewa satu kamar hotel untuk berempat, berpindah hotel, kota dan negara. Banyak lagu yang mereka lahirkan selama tour berlangsung dan setiap lagu-lagunya menempati puncak tangga lagu Billboards. The Beatles adalah representasi anak muda kala itu, representasi gaya hidup hingga perlawanan.

Gayanya yang muda dengan stelan tuxedo yang seragam, potongan rambut mop top dan sepatu chelsea boots menarik hati kaum muda untuk ikut bergaya sambil melawan. Tidak heran dalam setiap konsernya pemuda pemudi rela mengantri berjam-jam untuk memperoleh tiket dan berbaris ber mil-mil membuat antrian. The Beatles punya kesan mendalam bagi warga kulit hitam amerika. Ketika itu rasisme diterapkan, warga Amerika dikelompokkan antara putih dan berwarna-hitam”coloured”. Termasuk keinginan penyelenggaraan konser yang mau memisahkan bangku berdasarkan warna kulit.

The Beatles menanggapi itu dengan menolak untuk konser jika rasisme ada selama konser berlangsung dan konserpun berlangsung dengan tembok rasis yang berhasil dirubuhkan. Perlawanan lainnya adalah ketika invansi amerika ke vietnam. Bersama Muhammad Ali the Beatles melawan. Jika Muhammad Ali menolak ikut wajib militer Amerika dan memilih berhenti sementara dalam pertandingan tinju, the Beatles memilih membuat lagu yang berjudul “Back to the USSR”. Sebuah lagu yang satire yang menyindir Amerika, mengajak kembali ke USSR. Dalam potongan liriknya Paul menyidir.

“Back in the U.S”
“Back in the U.S”
“Back in the U.S”
“Back in the U.S.S.R”

Kritik untuk lebih memilih USSR ketimbang US, meski keduanya sama-sama gemar menginvasi negara lain. Berhubung saat itu invasi ke vietnam oleh AS, maka sindiran dalam lirik tersebut sebenarnya adalah US dan USSR sama saja.

Dalam perjalanannya the Beatles selalu membawa tema cinta dan kebebasan. The beatles kemudian menjadi simbol perlawanan anak muda yang kala itu bisa dimasukkan kedalam salah satu penyebab runtuhnya komunisme di Rusia. Film yang berjudul “How the Beatles Rocked Kremlin” menggambarkan dengan jelas bahwa pengaruh Beatles lebih besar daripada perang dingin sekalipun.

The Beatles dengan simbol kebebasan dan cinta melalui lirik serta gayanya mampu mengubah mindset kaku muda soviet menjadi lebih bebas dan melawan. The Smart one, the cute one, quite one and Ringo telah mengubah dunia seperti dalam lagu mereka “Nowhere man “. Nowhere man in the nowhere land”

Iqbal Mc Cartney
Beatleman KA KAMMI

Tinggalkan Komentar