Semarang, Jurnalpublik.com – Dengan segala hormat pak Jokowi, anda mengatakan Infrastruktur yang telah dibangun BUMN harus dijual ke swasta. Bangun 10m jual 30m begitu logika anda. Memiliki infrastruktur adalah pemikiran kuno kata anda. Saya membacanya di media.

Infrastruktur itu aset untuk melayani masyarakat Pak Jokowi, bukan aset bisnis. Kalau anda jual, berarti anda tidak sedang menjadi presiden, tapi menjadi pedagang, mengkapitalisasi kepentingan publik.

Infrastruktur kenapa dibangun oleh negara, karena insfrastruktur adalah barang publik, dimana nilai bisnisnya memang dibuat rendah agar masyarakat terlayani dengan baik. Untuk kepentingan rakyat bukan bisnis.

Kalaupun memang anda ingin berbisnis dengan rakyatmu sendiri, kenapa juga tidak negara kelola sendiri, masih mending keuntungan masuk APBN. Jika ada swasta mau beli lebih mahal, berarti potensi bisnisnya ada.

Jika anda jual infrastruktur ke swasta, kenapa tidak dari awal swasta yang bangun? Karena anda bilang swasta punya uang lebih banyak dari anggaran pembangunannya untuk membeli. Pasti anda akan menjawab sulit, iya. Karena banyak regulasi yang menghambat, berbeda kalau menjadi proyek negara. Misalnya saja soal pembebasan lahan. Artinya, pada dasarnya, agenda infrastruktur yang anda dengung-dengungkan ini bukan untuk rakyat, tapi untuk swasta yang akan mereka pakai untuk berdagang dengan rakyatmu sendiri. Apakah anda seorang Presiden atau seorang pedagang?

Infrastruktur bukan seperti mebel, yang setelah dibuat lalu di pajang di pinggir jalan kemudian dijual. Kemudian dapat untung sebagai modal membuat mebel kembali. Infrastruktur itu dibangun dengan pajak, uang rakyat. Coba anda pakai logika, infrastruktur dibangun dengan uang rakyat, dan rakyat masih juga harus membayar kembali saat mau menggunakannya, membayarnya pun tidak ke negara, tapi ke swasta. Makin saya tak habis pikir.

Siapa swasta ini? Swasta ini adalah asing. Tidak ada pengusaha besar di Indonesia yang mampu membeli. Kalau ada, tetap saja ngutang, kemana ngutangnya, tetap saja akan berhutang ke bank asing.

Ada ungkapan menarik, kenapa Indonesia bisa terjajah selama 350 tahun? Sebuah bangsa tidak akan terjajah selama itu kecuali ada orang-orang penghianat dari bangsanya yang menjadi bagian dari penjajah itu sendiri, mereka bekerja kepada penjajah untuk kepentingan sendiri.[]

Arka Atmaja/Pengusaha, tinggal di Semarang

Tinggalkan Komentar