Sampai kemarin saya masih meyakini bahwa kita sangat Indonesia, mencintai Indonesia sepenuh jiwa dan raga. Dan tak ada siapapun yang mengalahkan itu.

Tapi hari ini, sambil sayup-sayup mendengarkan lagu Iwan Fals yang disetel tetangga saya yang keturunan Cina saya mencoba memahami, bahwa kita tidak se-Indonesia itu.

Saya melihat teman saya yang suku Jawa lebih suka berbahasa Jawa daripada bahasa Indonesia, tengoklah dimanapun orang Jawa berada mereka ‘invasi’ dengan bahasa Jawa, tidak boleh tidak mengerti. Masuk warung makan, “karo opo mas?” bertemu sesama orang Jawa langsung saja mengobrol bahasa Jawa, tak perlu sungkan yang bukan Jawa itu akan mundur dari kumpulan karena tidak mengerti atau karena merasa tidak dianggap.

Orang Padang dimanapun berada selalu komunal, selalu dalam kelompoknya terlebih kalau pedagang, dimana-mana paguyuban pedagang Padang berserakan.

Jika ada anak suku tertentu menikah bukan dengan sesama sukunya, maka perlahan akan mulai tidak dianggap sebagai bagian dari keluarga, kecuali jika menantunya mau mengikuti adat dari suku tersebut. Sulit bertoleransi meskipun keluarga.

Dan satu lagi yang lebih parah adalah, bahasa keseharian anak Indonesia yang sok bergaya bahasa Inggris. Hari ini dimana-mana kita menemukan anak-anak yang diajarkan orangtuanya berbahasa Inggris dalam keseharian, macam liburan sekolahnya selalu ke Disneyland.

Dulu, semasa saya sekolah tahun 90-an mungkin saya akan selalu menemukan anak keturunan Cina yang selalu berbahasa Cina sesamanya atau dengan keluarganya, tapi keturunan Cina di Indonesia kini justru membiasakan anak-anaknya menggunakan bahasa Indonesia dalam keseharian. Bukan bahasa Cina bukan bahasa Inggris, bahasa Indonesia. Dan menikahpun tak harus dengan sesama keturunan Cina. Pantas mereka merasa sangat Indonesia.

Dari sini saya mulai mencoba memahami bahwa apa yang kita ucapkan harusnya kita jalani sepenuh hati. Jika kita berikrar dalam Sumpah Pemuda setiap tahunnya, harusnya kita memenuhi ikrar dalam sumpah itu.

Dan kini sambil mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia, pahlawan dari berbagai etnis di Indonesia, mari kita sambut hari pahlawan, untuk persatuan Indonesia, untuk kejayaan Indonesia, Indonesia Raya.

Tinggalkan Komentar