Jakarta, Jurnalpublik.com – Hidup di zaman multikultur menuntut banyak kolaborasi strategis terutama oleh kalangan tokoh muda untuk menciptakan kehidupan kebangsaan yang lebih kondusif. Demikian ujar Presiden Forum Alumni Muslim Exchange Program Australia-Indonesia Yanuardi Syukur saat menghadiri undangan makan siang bersama para Alumni MEP di Sate Khas Senayan FX Sudirman, Jakarta (30/10).

“Buku Hidup Damai di Negeri Multikultur yang ditulis oleh 77 Alumni MEP dari Indonesia dan Australia adalah langkah strategis untuk mempertemukan berbagai potensi para tokoh muda di kedua negara,” kata Yanuardi yang saat ini aktif sebagai Mahasiswa Program Doktoral Antropologi Universitas Indonesia.

Keterangan Foto : Yanuardi Syukur (Presiden MEP)

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Professor Greg Fealy, Professor Virginia Hooker, keduanya adalah indonesianis dari The Australian National University (ANU), diplomat Alison Purnell, Lidya Trotter dan staf dari Kedubes Australia dan Universitas Paramadina tersebut, Yanuardi juga bercerita tentang berbagai langkah strategis yang telah dilakukan untuk menyatukan segenap potensi tokoh muda muslim Indonesia dalam karya bersama.

Sementara itu, Professor Greg Fealy dalam sambutannya mengatakan bahwa kolaborasi antara tokoh muda lewat berbagai pertemuan sangat penting untuk berbagi ide, inspirasi, dan juga kerjasama untuk menciptakan kehidupan yang baik di antara Indonesia dan Australia.

Buku setebal 679 halaman tersebut diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dengan kata pengantar dari Dubes Australia Mr Paul Grigson dan Pendiri MEP Prof (emeritus) Virginia Hooker dan epilog oleh Program Manager MEP Rowan Gould dan Brynna Rafferty-Brown.

MEP merupakan salah satu program unggulan Australia-Indonesia Institute sejak tahun 2002 yang memberangkatkan 10 tokoh muda dalam dua gelombang untuk berkunjung dan berdialog bersama para pejabat, seniman, akademisi, tokoh agama, aktivis baik di Australia dan Indonesia.

Peserta MEP Indonesia berkunjung ke Melbourne, Canberra dan Sydney, sedangkan peserta MEP Australia berkunjung ke Jakarta, Bandung, Jogja, dan Makassar.

Yanuardi Syukur

Tinggalkan Komentar