Anis Matta

Setelah kita mendengarkan petuah atau membaca buku Anis Matta, kita akan tercerahkan.

Satu yang saya ambil belakangan ini dari ucapan Anis Matta adalah, bahwa Islam berjaya dimasa khulafarrasyidin tidak dengan banyak penjabaran aturan secara terperinci. Semua lebih kepada keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Lebih kepada pemahaman manusia-manusia terbaik, karena setelah masa khulafarrasyidin berlalu, sampai hari ini, tidak ada yang bisa menandingi masa kejayaan Islam saat itu.

Rosul saja memberikan syarat seorang arab badui untuk masuk Islam hanya dengan berkata jujur, tidak lebih dan tidak kurang. Sedangkan hari ini jika ada orang yang ingin masuk Islam berjajar panjang syarat yang harus dilakukannya, tapi iman belumlah seberapa jika dibandingkan arab badui yang baru masuk Islam yang hanya memulainya dengan sebuah kejujuran. Saya bukan mengecilkan orang yang baru masuk Islam hari ini, tapi saya membesarkan betapa menjadi muslim di awal masanya merupakan hijrah sepenuh hati sepenuh jiwa sepenuh penyerahan diri.

Islam sesungguhnya dibangun atas dasar keimanan dan pemahaman yang kuat bukan dengan aturan dan konsep yang melelahkan untuk diuraikan. Islam adalah jalan lurus.

Juga bukan jalan kebingungan yang multi tafsir. Saya teringat ketika Anis Matta berkata ada sahabat yang mengadukan kekhawatirannya kepada Rosul bahwa mereka akan kalah bertaruh dengan bangsa Quraisy, pertaruhannya adalah perihal ayat alQuran yang menyebutkan Romawi akan kalah sekitar 7 atau 9 tahun, dan Rosul menjawab naikkan taruhannya, dan jadikan 9 tahun Romawi akan kalah sebagai taruhannya. Kita yang mendengarkan ceramah Anis Matta itu mengeryitkan dahi, taruhan, Rosul? Dan akhirnya apa yang menjadi pesan ayat itu tidak sampai kepada kita.

Kita, selalu sibuk dengan remeh temeh penjabaran, definisi, tapi kering pemahaman.

Kita harusnya seperti yang Anis Matta katakan, bahwa kita harus bebas dalam berfikir karena kita memang dilahirkan bebas dan matipun mempertanggungjawabkan perbuatan kita sendiri. Kita, kata Anis Matta, harusnya membaca alQuran seperti merasa dan berfikir bahwa alQuran itu diturunkan untuk diri kita sendiri, resapilah ayatnya, maknanya, dan pahami, maka kita akan lebih mudah memimpin di muka bumi ini.

Tinggalkan Komentar