Jakarta, Jurnalpublik.com – Cara bicaranya, pilihan katanya, intonasinya terlebih lagi isinya selalu menggambarkan optimisme. Ketika Anis Matta memimpin partai setelah diterpa badai pidato pertamanya penuh dengan optimisme. Anis Matta yakin badai pasti berlalu dan optimisme itu selalu terbangun dan berhasil. Anis Matta keliling ke semua daerah membangun optimisme kader setelah badai menghantam harga diri partai, dia angkat kisah Nabi Yusuf dari sumur menuju istana. Kader kembali terinspirasi dan kembali tegak menatap masa depan. Optimisme adalah karakter leader. Optimisme lah yang membangun harapan, dan harapan yang menghidupkan semangat dan motivasi.

Pernah suatu ketika dalam taujihnya Anis Matta meminta audiens untuk meletakkan tangan di dadanya, diminta merasakan apakah ada rasa optimisme dalam dada, kemudian meluncurlah kata-kata yg membangun optimisme. Pada saat itu audiens terbangun optimisme. Optimisme menurut Anis Matta sudah harus ada dalam pikiran, yang ada dalam pikiranlah yang kelak akan menjadi kenyataan, makanya salah satu buku favorit Anis Matta adalah buku Berfikir dan Berjiwa Besar

Leader yang punya optimisme maka optimisme itu akan menular kepada tim atau organisasi yg di pimpinnya. Itu sdh dilakukan Anis Matta di PKS dg target 3 besar maka PKS masuk partai papan tengah dan sekaligus menjadi “play maker” dalam koalisi merah putih (KMP)

Optimisme adalah energi tim dan organisasi, optimisme harus menembus langit bukan hanya sampai langit-langit kata Anis Matta. Manusia yg tidak punya optimisme maka dia tidak punya energi hidup.

Irfanenjo

Tinggalkan Komentar