Bogor, Jurnalpublik.com – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se- Bogor ini melakukan aksi solidaritas atas penetapan tahanan terhadap dua orang mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Istana Merdeka. Jum’at (27/10) di Tugu Kujang.

Aksi yang dilakukan oleh puluhan Mahasiswa dari berbagai Kampus itu dimulai dengan aksi melakukan long march dari Jalan Raya Pajajaran hingga akhirnya berhenti di Tugu Kujang. “Aksi tersebut merupakan seruan yang diberikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kepada Aliansi BEM yang ada di daerah masing- masing untuk melakukan aksi solidaritas atas penahanan dua Mahasiswa yakni Muhammad Ardi Sutrisbi ( Mahasiswa IPB) dan Ihsan Munawwar ( Mahasiswa STEI SEBI) oleh pihak Polda Metro Jaya”, papar A. Muharam Jaya, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi BEM se-Bogor.

Menurutnya, tindakan represif aparat dan penangkapan yang terjadi di depan Istana Merdeka, pada moment aksi sidang rakyat 20 Oktober 2017 tersebut dimulai saat pengamanan aksi mulai melakukan pengusiran dan diperparah dengan adanya provokasi yang dilakukan oleh aparat Brimob yang berada di dalam lapangan Monumen Nasional (Monas). Penangkapan pun dilakukan secara represif sehingga menimbulkan korban jiwa yang jatuh pingsan, wajah memar, hingga kepala bocor.

Sebelumnya, sejumlah 14 Mahasiswa ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya karena dianggap merusak inventaris polisi dan fasilitas umum. Namun pihak Polda Metro Jaya pada besok harinya (21/10), melepaskan sebanyak 12 mahasiswa. Dan sampai sekarang dua mahasiswa masih ditahan. Pihak Polda Metro Jaya pun pada hari Kamis (26/10), masih melakukan pemanggilan dan penyelidikan kepada dua Mahasiswa, diantaranya Panji Laksono (Presiden Mahasiswa IPB) dan Wildan Wahyu Nugroho (Presiden Mahasiswa UNS)

Jaya selaku Korlap yang juga Mahasiswa IPB itu mengatakan, bahwa aski solidaritas ini akan tetap berlangsung di bawah komando BEM SI hingga kebebasan penahanan didapatkan kepada dua teman mahasiswa yang ditahan.

Dalam aksinya, Aliansi BEM se-Bogor menyatakan sikap yakni mengecam tindakan represif aparat kepolisian, menuntut pembebasan dua mahasiswa yang ditahan, mengecam pihak media yang menyudutkan aksi mahasiswa dan meminta untuk mengedepankan berita secara objektif, serta mendesak Jokowi- JK untuk menemui dan memenuhi tuntutan mahasiswa.

Aksi yang dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus se-Bogor itu  berjalan lancar dijaga pengamanan Polres Bogor Kota [Red]

BAGIKAN
Artikel SebelumnyaIchwan Indonesia
Artikel BerikutnyaSerial Kepemimpinan Anis Matta – Optimisme
Saya laki- laki yang dulu terlahir di lingkungan keluarga AURI (sekarang TNI AU). Saya mempunyai masa kanak-kanak yang bahagia, walaupun nyatanya saya dirawat oleh keluarga Nenek kakek saya. Saya sejak kecil mempunyai cita-cita menjadi Tentara. Saya seriusi niat itu dengan masuk ke Sekolah Teknologi Penerbangan Angkasa dan pasca itu saya niati untuk mendaftar dan menjalani tes di pembukaan Prajurit TNI AU (KARBOL, BINTARA) dan TNI AD (BINTARA). Namun Allah berkehendak berbeda dengan niatan saya. Allah Maha Tau Yang Terbaik, meski perjuangan telah saya lakukan hingga tahap Penentuan Terakhir Pusat (Pantukhir Bandung). Hingga akhirnya saya lompati cita- cita saya ke karir di bidang teknisi Pesawat. Dan sampai saya terjebak dalam perasaan cinta. Cinta yang juga berdampak pada keinginan untuk kuliah di UIKA. Semoga Cinta itu yang akan membawa saya pada dunia ilmu dan masa depan yang lebih cerah kelak, dan cinta itulah yang akan menjadi petunjuk untuk bertemu bidadari dunia dan surgaku, aamiin.

Tinggalkan Komentar