Jakarta, jurnalpublik.com – Malam itu Kami berkumpul, silaturahim dg Anis Matta, sekedar melepas rindu dan ingin mendengar taujihnya. Tapi Anis Matta membalik, dia yg ingin mendengar dari Kami, informasi dari orang lapangan lebih mengkonfirmasi situasi yg sesungguhnya katanya. Spontan Kami bercerita, mengungkap kegelisahan dan issue yg berkembang, dari issue tentang PKS, keummatan sampai dengan tuduhan dan fitnah yg ditujukan kepada Anis Matta

Anis Matta serius mendengar, gestur tubuhnya menampakkan itu, dia fokus, dia biarkan kami mengungkapkan apa yg ada dalam pikiran-pikiran Kami, bahkan kekecewaan-kekecewaan terhadap Anis Matta pun terungkap, Anis Matta tidak tersinggung atau marah, justru beliau tersenyum saja. Beberapa pertanyaan atau lebih tepatnya curhatan diungkap oleh beberapa ikhwah, disampaikan dengan lepas tanpa beban, tanpa harus mengukur kata-kata jaim, semua keluar spontan dan apa adanya.

Jujur kami ingin mengatakan bahwa ini sebuah forum silaturahim yg indah, situasi dimana seorang qiyadah yg siap mendengar berbagai info dan opini yg berkembang bahkan tentang diri qiyadah itu sendiri. Situasi dimana ikhwah terbuka mengungkapkan isi hati dan pikirannya secara terbuka dan spontan dihadapan qiyadahnya. Tanpa ada rasa cemas apalagi rasa takut kalau-kalau yang diungkapkan menyinggung qiyadah.

Situasi dimana qiyadah mendengar lebih dominan daripada qiyadah berbicara apalagi memerintah. Berbeda sekali dengan situasi yang kami alami belakangan ini, taujih-taujih tanpa tanya jawab dan diskusi, sosialisasi kebijakan tanpa dialog dan sumbang-saran, seakan-akan kebenaran dan pengetahuan mutlaq milik qiyadah

Sirkulasi komunikasi “satu-arah” dan top-down. Tanpa ada sirkulasi dua arah, lebih banyak instruksi qiyadah yg harus taat dan tsiqoh daripada mendengar aspirasi dari kader-kader bawah

“Allah menciptakan 2 telinga dan satu mulut agar manusia lebih banyak mendengar daripada berbicara” salah satu kata-kata hikmah yg sering kita dengar. Layak di renungkan dan diimplementasikan terutama kepada para orang-orang yg sedang diatas singgasana empuk.

Mendengar adalah salah satu skill penting dalam leadership, kelemahan kemampuan mendengar bisa berefek pada salah memahami lapangan, salah memahami orang bahkan bisa juga salah mengambil keputusan

Irfan Enjo

Tinggalkan Komentar