Jakarta, Jurnalpublik.com – Lembaga riset digital , Radian menyebutkan hasil analisis dalam linimasa pemberitaan media tahun 2017 , antara lain tercatatnya DPR sebagai lembaga yang menguasai pemberitaan selama bulan oktober 2017.

Hal ini menjadikan segala isu dan penokohan yang diproduksi oleh istana negara, KPK serta Polri menjadi tersisihkan oleh pemberitaan DPR. Selanjutnya disebutkan oleh Radian bahwa Partai Golkar dan Setya Novanto terindeks sebagai isu yang memiliki rating tertinggi karena beririsan dengan isu lainnya yaitu E-KTP.

Untuk kategori pembuat berita, Panglima TNI dengan isu penolakan dirinya oleh US Custom & Border menjadi isu independen dan tidak terkait dengan isu lainnya. Di dalam kurun waktu yang sama, polemik Densus Tipikor telah menyebabkan notifikasi mesin pencari yang digunakan oleh Radian dengan hasil nama Jaksa Agung bersama dengan kapolri. Selain hal-hal diatas, Anies Baswedan tertangkap mesin pencari karena indeks berita pelantikanya yang tinggi, hingga pidato pribumi yang menjadi kontroversial.

“Bagi politisi dan parpol, kedekatan dengan media yang tampak berupa liputan dan sentimen harus dicermati dari sekarang, sebagai pijakan strategi menuju 2019,” jelas Samuel Wiman Napitupulu selaku periset senior Radian. Lebih lanjut Samuel menjelaskan pemantauan media sepanjang tahun 2017 kemudian berlanjut pada tahun 2018 menjadi basis bagi individu maupun partai politik untuk melihat sejauh mana hubungan yang terjalin dengan media saat memasuki tahun politik. Seperti diketahui, liputan media di Indonesia didominasi keberadaan media online yang kemudian menggunakan ‘enabler’ berupa media sosial. Hampir semua media konvensional pun saat ini menggunakan media online sebagai ‘secondary channel’.

Lalu siapakah politisi parlemen yang saat ini merajai isu publik khususnya media sosial ? Radian mencatat Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menepati posisi paling tinggi dalam jumlah berita, namun rekan sesama sebagai pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah selalu menjuarai trending topik pemberitaan yang menyebar melalui media sosial, artinya Fahri Hamzah kembali menciptakan ‘arus’ dan ‘trigger’ opini.

Sebagai informasi , Radian adalah sebuah lembaga riset digital dengan menggunakan mesin Cyber Incident Response Digital Imaginary Analysis (CiRDiA) yang berbasis pada otomatisasi hasil scraping data di ruang siber, serta ditunjang dengan proses pemindaian digital secara manual (handmade). Sepanjang 2017 Radian telah melakukan analisis dalam linimasa pemberitaan media selama bulan dan akan secara berkala mengeluarkan hasil pemantauan.

Tinggalkan Komentar