Aku,
Seperti luka yang tercecer di langit perasaan mu…takkan sanggup sepenuhnya pergi…hanya menjelma menjadi mimpi…
Sesekali datang dengan wajah sepi,
Sesekali membawa api…
Dan kau terbangun meratapi misteri…apa makna api dalam mimpimu?
Sudahkah kau terbangun?,
Dan puing kata – kata yang tercecer kembali adalah sarapan pagi dariku…roti lapis pertanda cinta…
Aku adalah kerusuhan,
Aku adalah aksi jalanan,
Aku adalah massa….
Aku adalah orang – orang di pelataran khayalan antara tidur dan mimpi…
Aku adalah kerusuhan,
Aku adalah aksi jalanan,
Aku adalah massa….
Aku adalah orang2 di pelataran khayalan antara tidur dan mimpi…
Mengapa kau tak pernah bertanya namaku…
Mengapa kau yang memberiku nama…
Mengapa aku tak punya hak memperkenalkan diri..
Aku adalah revolusi…
Aku adalah bendera pasukan berani mati…
Darahku adalah Tinta…
Persetan aku akan memberi namaku sendiri…
Aku ada dalam tabir kemarahan orang – orang yang kau lukai sepenuh hati…aku mengobati lirih rintih pengungsi…
Aku,
Seperti awan menjelang hujan,
Yang mengendap turun menjelang senja…kelam…dan aku punya banyak nama…di antaranya adalah cinta…

Fahri Hamzah
Disadur dari twitter @fahrihamzah 

Tinggalkan Komentar