Jakarta, Jurnalpublik.com – Pawai Kebangsaan, sebuah gerakan nasional yang diinisiasi oleh aktivis-aktivis muda Indonesia dari berbagai latar belakang organisasi, direncanakan akan dideklarasikan. Salah satu inisiator gerakan nasional ini, Rahman Toha Budiarto, mantan Ketua PP KAMMI yang juga mantan Presiden BEM UGM Yogyakarta menjelaskan dalam rilis resminya saat dihadapan awak media di Jakarta, Minggu (22/10).

“Kami akan mendeklarasikan Gerakan Nasional Pawai Kebangsaan yang merupakan gerakan nasional aktivis pergerakan Indonesia untuk menyebarkan narasi perubahan, dirajut oleh jejaring jaringan yang diikat oleh harapan akan masa depan, dan akan memunculkan pemimpin baru yang siap dan menyelesaikan problem kebangsaan negeri ini”.

Rahmantoha juga menjelaskan bahwa gerakan nasional Pawai Kebangsaan rencananya akan dideklarasikan serentak di Indonesia dengan titik simbol deklarasi di Sabang, Aceh. Pemilihan Sabang sebagai titik mula gerakan Pawai Kebangsaan didasari pada nilai filosofis bahwa Pawai Kebangsaan adalah gerakan yang akan merajut Indonesia dalam satu tarikan napas bernama persatuan.

Sementara itu, Humas Gerakan Nasional Pawai Kebangsaan yang juga mantan aktivis kampus dari Unmul Kalimantan Timur Bambang Prayitno menjelaskan kepada awak media bahwa Pawai Kebangsaan ini akan ditabuh gongnya pada tanggal 28 Oktober.

“Pemilihan tanggal 28 Oktober sebagai bunyi pertama kali untuk memulai perjalanan kami sampai di Mei 2018. Tanggal 28 Oktober bagi bangsa ini adalah tanggal yang istimewa dimana persatuan nasional menjadi kata kunci untuk memenangkan seluruh agenda kebangsaan kita, termasuk kemerdekaan. Sejarah adalah pelajaran penting. Kita berharap rakyat mengambil momentum itu untuk menyadari kembali makna persatuan. Dan kami yang akan menyebarkan semangat itu”, katanya.

Dalam daftar yang diberikan oleh media, Pawai Kebangsaan sendiri dimotori oleh aktivis Reformasi 98 Fahri Hamzah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode ini.

Humas Pawai Kebangsaan: Bambang Prayitno (082158789989)

Tinggalkan Komentar