Jakarta, Jurnalpublik.com – Syarikat Islam Indonesia (SI Indonesia) akan menyelenggarakan Majelis Tahkim atau Kongres Nasional yang ke 38 hari Jum’at, 27 – 29 Oktober 2017 di Gedung Serbaguna 2 Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Jl. Raya Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur . Dimulai dengan pembukaan kongres pukul 14.00 – 15.30 WIB

Majelis Tahkim yang bertemakan memperkuat kepemimpinan umat menjaga keselamatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini didukung oleh seluruh elemen yang tergabung dalam SI Indonesia yaitu Lembaga Dakwah SI Indonesia, Pemuda Muslimin Indonesia, Pertahanan Ideologi SI Indonesia (PERISAI) , Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) , Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Serikat Sarjana Muslimin Indonesia (SESMI) , Majelis Pendidikan Syarikat Islam Indonesia (MPSI), Gerakan Pandu Siap SI Indonesia , Gerakan Tani SI Indonesia, Corps Puteri Muslimin Indonesia (COPMI) dan Pergerakan Wanita Syarikat Islam Indonesia (PERWASII).

“Majelis Tahkim ini bertujuan untuk melaksanakan amanat konstitusi organisasi, membahas haluan politis ideologis serta program kerja serta menetapkan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat yang baru masa jihad 2017 – 2022” Ujar Muhtadin Sabily , Sekretaris panitia acara Majelis Tahkim.

Muhtadin Sabily juga menjelaskan bahwa SI Indonesia berharap agenda lima tahunan ini dapat menghasilkan rumusan dan solusi ummat berupa program – program kerja yang dapat mengakselerasi program asas dan program tandhim demi keselamatan bangsa dan keutuhan NKRI.

Ketika dikonfirmasi mengenai calon – calon Ketua SII masa jihad 2017 – 2022, Muhtadin Sabily menjelaskan tradisi SI Indonesia berbeda dengan organisasi lain pada umumnya, dimana tidak ada kader SII yang serta merta mencalonkan dirinya sendiri, namun sistem kaderisasi organisasi SII secara kuat telah membekali seluruh kader bekal – bekal kepemimpinan yang akan dibutuhkan.

SI Indonesia adalah organisasi masyarakat (ormas) yang merupakan kelanjutan dari Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan di Solo pada 16 Oktober 1905 oleh H.Samanhudi dan kawan-kawan dan pada konsolidasi tahun 1906 H.Samanhudi dan kawan-kawan mengubah nama Sarekat Dagang Islammenjadi Sarekat Islam, dan pada tahun 1912 oleh Oemar Said Tjokroaminoto, Sarekat Islam dibuatkan statuten (Akta Notaris) perhimpunan Sarekat Islam (SI) dihadapan Notaris B.TerKuile dan untuk pertama kalinya H.Samanhudi diangkat menjadi Pengurus Besar dan Oemar Said Tjokroaminoto sebagai Komisaris.

SI Indonesia semenjak Kongres Pertama Sarekat Islam di Surabaya pada tahun 1913 sampai dengan tahun 2012 telah menyelenggarakan Kongres Nasional ( Majelis Tahkim) sebanyak 37 kali yang diselenggarakan secara berturut-turut dan berkesinambungan oleh Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam Indonesia (dahulu Dewan Pimpinan Partai PSII).

Tinggalkan Komentar