Jakarta, Jurnalpublik.com – 3 tahun pemerintahan Joko Widodo yang bertepatan pada tanggal 20 Oktober kemarin diwarnai aksi mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)

Aksi yang dimulai dengan upacara di kawasan patung kuda pada pukul 13.00 WIB ini berakhir ricuh dengan kekerasan pukulan dan gas air mata yang dilakukan oleh aparat kepolisian serta penangkapan 13 orang anggota aksi bertajuk sidang rakyat tersebut.

“Sebelum jalannya aksi pada tanggal 20 Oktober 2017 berbagai upaya formal untuk menemui Presiden Joko Widodo telah dilakukan, diantaranya pengiriman surat tertanggal 9 September untuk audiensi dengan Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Oktober” terang Mujab , Presiden BEM UNJ dalam keterangan persnya.

Tanpa tanggapan dari pihak kepresidenan untuk permintaan audiensi tersebut, BEM SI melanjutkan upaya untuk dapat bertemu dengan Presiden pada tanggal 9 Oktober 2017, namun tidak juga ada kejelasan penjadwalan audiensi.

“ada 3 tuntutan kami dalam aksi sidang rakyat ini, yaitu turunkan kesenjangan ekonomi, gugat pengekangan hak publik dan wujudkan kedaulatan rakyat, serta menuntut tegaknya supremasi hukum” tegas Mujab

Saat ini massa aksi sedang fokus pada pemulangan mahasiswa yang berasal dari luar DKI Jakarta dan upaya pelepasan tiga belas mahasiswa yang ditahan. Untuk informasi, BEM SI tidak termasuk dari 16 organisasi pemuda yang akan melakukan jambore kebangsaan yang digawangi oleh Kapolri Tito serta disinyalir menghabiskan dana 10 Milyar.

Tinggalkan Komentar