Bekasi, Jurnalpublik.com – Mendengar istilah robotik, yang terbayang adalah robot-robot canggih seperti yang kita lihat di film. Pernahkah terbayang kita dapat membuat robotik, entah untuk membantu pekerjaan kita, ataupun hanya untuk bersenang-senang? Yuk kita mulai bahas pada artikel ini, bagaimana memulai belajar robotik, apa saja yang harus dipahami sebelum memulai. Eits, tapi robotik yang akan kita bahas bukan seperti yang di film-film ya.

Merujuk istilah robot pada Wikipedia, robot adalah seperangkat alat keras yang dikendalikan oleh sistem kecerdasan buatan (perangkat lunak), yang memiliki fungsi mengotomatisasi kegiatan manusia. Jadi sistem untuk mengendalikan lampu rumah menggunakan sensor cahaya (jika siang lampu mati, jika malam lampu hidup, secara otomatis), juga disebut dengan robotik. Begitu pula dengan sistem penyiram tanaman otomatis, jika kelembaban tanah mulai berkurang, otomatis keran air terbuka membasahi tanaman, dan berhenti menyiram ketika tanah mulai lembab, dan contoh lainnya. Jadi robot yang akan dipelajari nanti seputar robotik yang dapat membantu kebutuhan sehari-sehari saja ya.

Pada dasarnya, seluruh robot dari yang paling canggih hingga yang paling sederhana, memiliki beberapa hal mendasar untuk berfungsi, sebagai berikut:

  1. Sensor, berupa rangkaian elektronik atau mekanis yang fungsinya memberikan informasi kepada processor.
  2. Processor, berupa rangkaian elektronik yang fungsinya mengolah informasi yang masuk dari sensor, berdasarkan baris perintah dari perangkat lunak. Lalu diteruskan ke aktuator, sebagai bentuk pekerjaan (hasil) yang kita inginkan.
  3. Actuator, berupa rangkaian elektronik atau mekanis, seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya, mengerjakan perintah dari processor.
  4. Software (perangkat lunak), berupa kecerdasan buatan yang berisi rangkaian perintah.

Dulu sekali, sebelum era open source (kode sumber terbuka) sulit bagi kita untuk membuat robotik, sebab diperlukan sumber daya yang sangat besar untuk riset. Tidak hanya butuh waktu, tapi juga butuh uang, dan sumber daya manusia yang banyak. Namun setelah open source hadir, tidak perlu lagi kita melakukan riset, sebab sudah banyak orang lain yang melakukan riset diluar dan membagi hasil riset mereka mentah-mentah tanpa ada yang disembunyikan, sehingga bisa kita kembangkan secara gratis.

Maka untuk memulai belajar robotik pada era sekarang sangatlah mudah pembaca sekalian, karena software nya bisa kita pelajari dan kembangkan, sebab bahasa pemrograman-nya terdokumentasi dengan baik, lalu alat untuk kompilasi (menterjemahkan bahasa program yang dapat kita mengerti, ke bahasa yang bisa dimengerti mesin) dapat diunduh secara gratis. Lalu perangkat keras berupa processoractuator, dan sensor bahkan dapat kita temukan dengan mudah di situs belanja online seperti T*kopedia atau B*kalapak.

Ada banyak bahasa program, processor, actuator, dan sensor yang bisa kita gunakan, namun pada kesempatan ini penulis ingin sekali merekomendasikan pembaca untuk menggunakan framework Arduino, karena framework ini menyediakan paket lengkap, bahasa program, processor, actuator, dan sensor sudah tersedia disana, pembaca dapat melihat situs resmi-nya di arduino.cc. Oh iya, sebagai tambahan informasi, pembaca tidak perlu membeli perangkat keras di situs resminya di Italia, tapi bisa membeli di situs belanja online lokal, karena selain lebih murah, juga lebih cepat datang, tenang, kualitas sama saja.

Kita sampai pada kesimpulan, apa saja kemampuan dasar yang diperlukan untuk memulai belajar? Simak beberapa hal berikut ini:

  1. Pengetahuan elektronika dasar
  2. Pengetahuan algoritma pemrograman dasar
  3. Alat-alat dasar elektronika (seperti solder, obeng, tang, gunting kawat, dll)
  4. Komputer/laptop
  5. Tekun dan sabar

Semoga tulisan ini membantu, dilain kesempatan kita coba praktek membuat robotik, menghidupkan dan mematikan lampu rumah dengan sensor cahaya. Simak terus jurnalpublik.com ya.

Tinggalkan Komentar