Jakarta, Jurnalpublik.com – Tepat 3 tahun yang lalu, yaitu pada tanggal 20 Oktober 2014, Presiden Indonesia ke 7 telah dilantik. Berbagai janji telah diucapkan oleh presiden terpilih, bapak jokowi. Harapan rakyat pun begitu tinggi kepada presiden yang memproklamirkan dirinya sebagai “presiden wong cilik” itu semasa kampanye.

Akan tetapi Realitas Kepemimpinan presiden Jokowi hari ini, tampaknya berbanding terbalik dengan harapan rakyat. Ketua Umum KAMMI Jakarta Selatan, Mas’ud Akhyari, mengatakan bahwa Presiden telah gagal menjalankan roda pemerintahan.

“Berbagai kebijakan yang dikeluarkan menegaskan bahwa keberpihakan presiden bukan kepada rakyat, maka saat substansi kepemimpinan tidak berpihak kepada rakyat, disitulah kami menilai presiden telah gagal” pungkas Mas’ud Akhyari.

Senada dengan hal itu, Ketua Bidang Kebijakan Publik KAMMI Jakarta Selatan, Hilkadona Syahendra, SH. memaparkan catatan kritis KAMMI Jakarta Selatan terhadap Presiden.

“Presiden nampak tidak serius menyelesaikan korupsi di negeri ini, ditambah dengan dicabutnya subsidi tarif listrik, tingginya hutang kepada asing, hingga diteruskan nya pulau reklamasi yang seolah tidak bisa dibendung menjadi sekian dari banyaknya catatan kritis kami”.

KAMMI pun menilai ambisi Jokowi untuk 2 periode semakin berat karena kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi semakin menurun, seperti hasil survey yang tempo lalu dilakukan oleh Lembaga survey Media Survey Nasional (Median).

“melihat 3 tahun ini, 2 periode itu hanyalah mimpi” tambah Hilkadona. Lebih lanjut KAMMI Jakarta Selatan akan menurunkan anggota secara penuh untuk menyampaikan catatan kritis nya kepada pemerintah.

“sebagai mitra kritis pemerintah , kami akan menurunkan anggota secara lengkap dalam aksi evaluasi 3 tahun Jokowi” tutup Hilka.

Tinggalkan Komentar