Jurnal Publik – Meskipun Liverpool berhasil mendapatkan poin penuh dilaga pertamanya, namun dipertandingan semalam (12/9) Liverpool tidak menunjukan performa terbaiknya. Menang 4-3 dari Leeds United tidak menunjukan kelasnya sebagai tim juara yang sangat mendominasi dimusim lalu. Kebobolan 3 gol melawan tim promosi di kandang sendiri tidak menggambarkan kelasnya sebagai tim papan atas.

Liverpool bermain seperti kurang gairah. Beruntung Liverpool menghadapi tim yang semua pemainnya tidak memiliki pengalaman bermain di Primer League, sehingga meskipun kebobolan 3 gol, Liverpool masih bisa mencetak 4 gol. Coba kita lihat detail pertandingannya, Liverpool jauh dari penampilan terbaik.

Liverpool seperti kesulitan menciptakan peluang, 22 kali melakukan tembakan, hanya 6 kali yang mengarah ke gawang. Tidak hanya itu, 4 Gol yang dihasilkan tidak didapatkan dari open play tapi dari bola mati, 2 gol dari pinalti, 1 gol tendangan pojok, dan 1 gol berawal dari free kick.

Dari data satistik lain, juga menunjukan sebenarnya Liverpool tidak cukup layak untuk mendapatkan poin penuh, Liverpol kalah penguasaan bola, hanya menguasai bola 48%, kalah jumlah operan, leeds melakukan operan yang lebih banyak, akuransi passing yang hanya 75%, ini dibawah standar Liverpool yang  biasanya akurasi pasing selalu diatas 80%. Perlu diingat kembali ya, ini hanya melawan tim promosi yang sudah belasan tahun tidak bermain di Primer League.

Ada tiga faktor kenapa Liverpool tidak bermain dengan gairah tinggi dipertandingan malam ini, yang pertama adalah minim persaingan. Harus disadari bahwa Liverpool sebenarnya tidak memiliki kedalaman squad yang mumpuni. Tidak ada persaingan disetiap lini, Mo Salah, Mane, Firmino seperti diatas angin. Begitu juga dengan Van Dijk, kokoh dibelakang tak tergantikan. Liverpool harus mulai kerja keras disisa bursa transfer agar ada nuansa baru didalam tim. Sehingga setiap pemain harus memaksa dirinya untuk memiliki determinasi disetiap pertandingan untuk menjamin mereka selalu bermain ditim utama.

Faktor kedua adalah karena beberapa pemain masih belum memastikan masa depannya di tim ini. Beberapa pemain masih dihubungkan dengan tim lain dibursa transfer. Misal saja Wijnaldum yang dihubugnkan dengan Barcelona, atau Sadio Mane yang dihubungkan dengan Real Madrid. Meskipun dikabarkan transfer itu tidak akan terjadi, sedikit banyak gosip-gosip itu mengganggu konsentrasi tim.

Yang ketiga adalah kurangnya respect Liverpool terhadap tim besutan Bielsa ini. Terlihat dari gestur pemain Liverpool yang terlalu santai, Salah gagal shoting malah tersenyum, melakukan shoting asal-asalan, pertahanan yang jauh dari determinasi. Suasananya seperti pertandingan persahabatan. Mental Liverpool yang tidak respect dengan tim kecil ini dihukum dengan kebobolan tiga gol dikandang sendiri dilaga pertama awal musim.

Arka Atmaja

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.