Jakarta, Jurnalpublik.comPartai Gelombang Rakyat Indonesia (gelora), kini mulai berlayar dalam lautan konstelasi pemilu daerah pada tahun 2020 di beberapa daerah dan provinsi. Partai Gelora ingin menujukan keapikan dan kemampuannya bermain di ombak kecil sebelum bertarung di ombak yang lebih besar pada pemilu 2024 nantinya. Istilah lainya memanaskan mesin sebelum bekerja.

Berpartisipasinya Partai Gelora dalam pilkada di beberapa daerah bersama partai-partai lain, menunjukkan kemampuan komunikasi politik dari elit politiknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Faktanya Partai Gelora mampu memposisikan dirinya berkolaborasi dengan partai politik yang notabenenya partai besar yang memperoleh suara terbanyak di parlemen, terlepas adanya kontrak politik dalam bentuk apapun. Seperti koalisi pilkada di Makassar, Sulawesi Tengah, Tanggerang Selatan, Sumatra Barat, dan di beberapa daerah lainnya.

Hal tersebut merupakan sebagai momentum bagi partai baru tersebut untuk mengenalkan dan saatnya mengudara dipublik lebih masif dan jangkauan yang lebih luas. Disimpang itu, keputusan untuk berkoalisi dengan partai-partai besar sedikit banyaknya akan mempengaruhi elektoral Partai Gelora dan cost marketing yang dikeluarkan pun jauh akan lebih rendah. Sebagai partai baru memang sudah semestinya untuk memperkenalkan wajahnya didepan publik, sehingga Partai Gelora menjadi alternatif baru bagi masyarakat dalam memilih partai politik.

Jika digambarkan, untuk saat ini posisi Partai Gelora masih bermain ombak di tepi lautan, lambat laun pasti akan berlayar semakin ke tengah dan akan menghadapi gelombang ombak yang jauh lebih dahsyat. Maka pertanyaannya seberapa mampu Partai Gelora menarik perhatian publik dan elit? sehingga dalam negosiasi politik pada skala nasional Partai Gelora menjadi partai yang diperhitungkan oleh lawannya.

Kemudian, jika dilihat Partai Gelora memang masih berada pada fase bagaimana membranding partai politik di depan publik, baik secara simbol maupun konten yaitu visi dan misi. Salah satunya menggunakan saluran komunikasi politik dalam menyampaikan pesan-pesan politik, baik secara mediaonal maupun intermediaonal, dengan tujuan mendapatkan public judgement dari semua kalangan masyarakat. Pada kesimpulannya, publik mampu mempersepsikan bahwa partai gelora sebagai partai yang mempunyai nilai dan cita-cita dalam menjawab persoalan dan keresahan rakyat yang selama ini diharapkan.

Oleh: _Shabirin arga_
_(Pengamat Sosial dan Politik)_

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.