Jakarta, Jurnalpublik.com – Ada fenomena yang menarik dua pekan menjelang pendaftaran calon kepala daerah Pilkada 2020. Banyak calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada 2020 berkomunikasi dengan Partai Gelora Indonesia agar ikut dalam koalisi partai-partai pendukung. Padahal sebagai partai baru dan bukan peserta Pemilu 2019 kemarin, dukungan Partai Gelora Indonesia tidak berpengaruh terhadap syarat pencalonan kepala daerah dalam Pilkada. Tetapi mengapa surat rekomendasi dukungan Partai Gelora Indonesia yang di tanda tangani oleh Anis Matta selaku Ketua Umum dan Mahfuz Sidik selaku Sekjen tetap diharapkan oleh para calon kepala daerah dan koalisi partai pendukung?

Fenomena unik dan menarik ini terjadi kepada Partai Gelora Indonesia mungkin disebabkan beberapa hal :

(01)
Para calon kepala daerah atau parpol koalisi mempersepsi bahwa sebagian besar mesin pemenangan PKS sudah pindah ke Partai Gelora Indonesia. Persepsi ini wajar karena memang dijajaran Pimpinan Partai Gelora Indonesia terdapat eks-petinggi PKS yang banyak memiliki peran-peran strategis ketika masih di PKS.
Ketua Umum adalah Anis Matta eks Sekjend dan Presiden PKS juga mantan Wakil Ketua DPR RI, Wakil Ketua Umum di pegang Fahri Hamzah salah satu icon penting DPR RI periode 2014-2019, Sekjend di jabat Mahfuz Sidik yang juga mantan Ketua Komisi 1 DPR RI beberapa periode. Dalam jajaran ketua-ketua bidang ada Dedi Mizwar mantan Wakil Gubernur Jawa Barat, ada Sutriyono mantan anggota pansus paket UU Politik yang sangat tahu detail tentang regulasi terkait Pemilu dan Pilkada. Di jajaran Ketua DPW kita lihat misalnya ada Hadi Mulyadi Ketua Umum DPW Kaltim yang juga Wakil Gubernur Kaltim, ada juga Samsari Kitta Ketum DPW Sulsel yang juga Bupati Takalar. Di ibukota DKI Jakarta ada Triwisaksana sebagai Ketua Umum dan juga mantan Wakil Ketua DPRD DKI dan juga Selamat Nurdin mantan Ketua Komisi B DPRD DKI yang menjabat Wakil Ketua Umum DPW DKI. Belum lagi fungsionaris Partai Gelora Indonesia di kabupaten/kota bahkan sampai kelurahan adalah eks kader-kader PKS yang efektif menjadi mesin pemenangan.

(02)
Partai Gelora Indonesian dikelola dengan narasi kuat, jaringan yang massif tetapi tetap “low profile“. Sehingga memungkinkan para calon kepala daerah dan parpol koalisi pendukung mendapatkan “benefit” signifikan ketika mengajak Partai Gelora Indonesia bergabung dalam koalisi partai pendukung.
Anis Matta sebagai Ketua Umum punya narasi yang kuat dalam melihat Pilkada 2020, dan pengalaman menjadi Sekjend dan Presiden PKS dalam lobby-lobby Pilkada merupakan rekam jejak tersendiri bagi para calon-calon kepala daerah dan partai-partai koalisi pendukung. Partai Gelora Indonesia dalam waktu beberapa bulan dapat memenuhi syarat undang-undang untuk mendirikan partai baru ini sebagai bukti bahwa ada jaringan massif di Partai Gelora Indonesia. Dan narasi yang kuat serta jaringan yang massif itu ternyata tetap membuat Partai Gelora Indonesia “low profile” dalam lobby-lobby politik. Kombinasi karakter percaya diri dan tahu diri yang dimainkan Ketua Umum Anis Matta menjadi kombinasi karakter yang menarik bagi calon kepala daerah dan partai koalisi pendukung. Rekam-jejak strategis ini menjadi keunggulan tersendiri Partai Gelora Indonesia diawal kiprahnya dalam Pilkada.

(03)
Semangat Kolaborasi yang selalu ditekankan oleh Ketua Umum Anis Matta kepada fungsionaris dan kader Partai Gelora Indonesia dalam mengelola kerja-kerja politik menjadi pemicu para fungsionaris Partai Gelora Indonesia di semua tingkatan untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi kreatif dengan semua para pemangku kepentingan dalam Pilkada 2020. Hal ini juga yang menjadi peluang para calon kepala daerah dan partai koalisi pendukung menjajaki dan berkolaborasi dengan Partai Gelora Indonesia.

(04)
Gaya komunikasi politik para fungsionaris Partai Gelora Indonesia yang memadukan semangat kolaborasi, penguatan performa mesin partai dan kecerdasan mengelola issue atau content nasional dan lokal sepertinya merupakan poin penting yang akan menjadi salah satu instrumen pemenangan Pilkada. Dan gaya komunikasi ini yang sepertinya menjadi daya tarik para calon kepala daerah dan parpol pendukungnya mengajak Partai Gelora Indonesia menjadi bagian dari mesin pemenangan Pilkada 2020.

(05)
Faktor Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua Umum yang selalu menjadi influencer dan icon demokrasi di Indonesia memiliki daya tarik sendiri, bahkan beberapa daerah sangat mengharapkan Anis Matta dan Fahri Hamzah sebagai juru kampanye pemenangan, walaupun misalnya nanti kampanye dilakukan secara virtual.

Lima faktor ini yang mungkin menjadi sebab kenapa Partai Gelora Indonesia sebagai partai baru, partai yang belum punya kursi tetapi diharapkan rekomendasi dukungannya oleh banyak calon kepala daerah beserta para partai koalisi pendukungnya.

Selamat kepada Partai Gelora Indonesia yang sedang memulai kiprah pertamanya dalam hajatan Pilkada serentak. Narasi, jaringan dan tetap “low profile” kiranya tetap menjadi daya tarik tersendiri yang perlu dipertahankan dalam kerja-kerja politik ke depan.

Oleh: @irfanenjo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.