Pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman dinilai sebagai pasangan yang ideal untuk memimpin Surabaya. Dengan segudang pengalamannya, Machfud Arifin & Mujiaman bisa membenahi masalah yang dihadapi warga selama 20 tahun tak kunjung selesai.

Penilaian tersebut disampaikan pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman. Ia mengatakan pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno merupakan pasangan yang saling melengkapi dengan segudang pengalaman manajerial maupun teknis.

“Pasangan ini kuat. Punya kans yang kuat di Pilkada Surabaya. Machfud-Mujiaman ini saling melengkapi ya. Pak Machfud Arifin punya pengalaman untuk stabilitas sosial sebagai mantan Kapolda. Pak Mujiaman berpengalaman di level-level teknis,” kata Airlangga.

Alumnus Murdoch University, Australia ini menilai pengalaman memimpin birokrasi level provinsi sebagai Kapolda di tiga daerah menjadi bukti Machfud Arifin memiliki kapabilitas dan kemampuan manajerial dalam memimpin. Pengalaman Machfud Arifin juga bisa menuntaskan masalah hukum dan stabilitas sosial yang dihadapi warga Kota Surabaya.

“Berkat pengalamannya sebagai Kapolda. Pak Machfud Arifin punya pengalaman untuk menjaga stabilitas sosial di Surabaya,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Mujiaman sebagai mantan birokrat di PDAM Surya Sembada Surabaya dinilai dapat memahami urusan-urusan birokrasi dan pelayanan. Sehingga tak perlu banyak waktu lagi untuk beradaptasi di pemerintahan Kota Surabaya.

“Saya pikir pengalaman sebagai Dirut PDAM cukup membantu persoalan teknis dan kebijakan yang membutuhkan pengalaman. Di bidang birokrasi, beliau akan banyak membantu,” tutur Airlangga.

Bukan hanya itu saja, Mujiaman berhasil mendongkrak level pelayanan PDAM. Perusahaan air Pemkot Surabaya itu berhasil dibawa Mujiaman menjadi perusahaan dengan pelayanan terbaik. Mujiaman juga menerapkan manajemen anti korupsi untuk mengantisipasi adanya praktik korupsi dalam pelayanan PDAM.

Terkait peluang Pilkada Surabaya 2020, Airlangga berpendapat Machfud dan Mujiaman sudah memiliki modal sosial yang menjadi tabungan popularitas maupun elektabilitas. Sehingga Machfud Arifin mempunyai amunisi untuk menundukkan PDIP yang selama 20 tahun berkuasa di Kota Surabaya.

“Pak Machfud selain menjadi Kapolda juga ikut dalam proses pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Jawa Timur. Itu adalah suatu modal sosial yang penting juga untuk dipertimbangkan,” pungkas Airlangga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.