Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Muhtadin Sabily

Berbagai pihak terus berupaya untuk memberi kontribusi positif mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang semakin memburuk akibat pandemi Covid-19.

Tak terkecuali Ketua Umum Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia Muhtadin Sabili, yang turut bergerak untuk memberi sejumlah rekomendasi. Hal itu dilakukan dengan harapan dapat dijadikan pertimbangan bagi Kementerian Badannya Usaha Milik Negeri (BUMN) dalam mengambil kebijakan di waktu selanjutnya.

Sebelumnya, dalam surat rekomendasi tersebut, PB Pemuda Muslimin Indonesia terlebih dahulu mengucapkan selamat atas terpilihnya Erick Thohir selaku Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Semoga amanah dan tanggung jawab besar ini mendapat bimbingan dan pertolongan dari Allah SWT. Serta mendapatkan dukungan positif dan kerjasama dari berbagai elemen anak bangsa,” ujar Muhtadin.

Lebih lanjut, Muhtadin menjelaskan, bahwa pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia, merupakan keadaan yang membawa bangsa dan negara ke dalam kondisi yang kurang menguntungkan.

“Kita dihadapkan dengan pilihan yang memaksa kita untuk bertahan dan memperjuangkan apa yang paling berharga dalam hidup kita. Banyak yang telah kehilangan harapan, walau hanya sekedar untuk bertahan hidup melewati masa krisis,” sambungnya.

Kemudian, Muhtadin juga menegaskan, bahwa selain menyebabkan kematian, pandemi Covid-19 tersebut juga membawa efek lain, seperti terbukanya jumlah pengangguran, meningkatnya angka kemiskinan, dan penurunan daya beli masyarakat. Sehingga hal tersebut harus dicegah bersama agar Indonesia mampu memenangkan pertarungan melawan pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, Muhtadin selaku Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia terdorong untuk berkontribusi positif dalam memberikan sumbangsih khususnya kepada Erick Thohir, selaku Komite Pemulihan Ekonomi Nasional dan penanganan Covid-19 dengan merekomendasikan beberapa hal.

Adapun rekomendasi tersebut sebagai berikut:

1. Merancang strategi dan kebijakan pemulihan ekonomi nasional yang memenuhi aspek 7 pilar bernegara (ipoleksosbudhankamnas), dengan prioritas utama untuk membela serta berpihak kepada kepentingan masyarakat luas dengan melepaskan diri dari tekanan politik dan kepentingan kelompok tertentu yang tidak menguntungkan bagi rakyat indonesia.

2. Membuat strategi penyelamatan yang efektif dan efisien dalam memperbaiki kondisi pelaku UMKM, yang sebagian besar mengalami penurunan produksi dan berpotensi terhenti, serta kesulitan dalam mempertahankan usaha, yang utamanya mencegah terjadinya pengangguran terbuka dalam jumlah yang besar di sektor UMKM.

3. Meningkatkan dan mempertahankan daya beli masyarakat dengan melanjutkan program Bantuan Langsung Tunai atau bantuan sosial lainnya, serta mendorong program percepatan belanja pemerintah dengan prioritas pembelanjaan barang produksi lokal dan jasa di dalam negeri.

4. Menegaskan Keberpihakan dan perlindungan kepada pelaku sektor ekonomi kecil dan menegah, dengan memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM dan sektor produksi pangan, pendampingan usaha, akses pemasaran dan distribusi, serta kemudahan dalam prosedur perizinan dalam berusaha.

5. Mendorong kebijakan penurunan suku bunga deposito serendah-rendahnya hingga mencapai 0%. Sehingga dapat menggiring para kreditor/deposan untuk menyalurkan investasinya ke dalam sektor riil ekonomi masyarakat, khususnya UMKM dan pelaku ekonomi kecil lainnya, sampai dengan pandemi dinyatakan berakhir.

6. Mengeluarkan kebijakan yang tegas dan ketat dalam hal pencegahan uang dan investasi lari ke luar negeri (capital outflow) sehingga diharapkan mampu menjaga volatilitas dan penguatan mata uang kita.

7. Memberikan tax holiday atau keringanan pajak bagi pelaku UMKM dan industri padat karya.

8. Memberdayakan dan memperkuat gungsi masjid dan rumah ibadah lainnya di tengah masyarakat, sebagai sentra sosial pengendalian Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi masyarakat dalam masa pandemi.

9. Mendorong penguatan kolaborasi dan sinergitas antar kelas ekonomi di tengah masyarakat agar membangkitkan perekonomian masyarakat dengan perilaku gotong royong serta persaudaraan dan solidaritas sesama anak bangsa, dalam melalui masa pandemi secara bersama-sama.

10. Memfasilitasi pemberdayaan elemen pemuda, mahasiswa dan pelajar agar berpartisipasi dan berperan aktif sebagai pelaku utama dan strategis dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional dan penangan Covid-19

Terakhir, Muhtadin berharap dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh PB Pemuda Muslimin Indonesia tersebut dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan demi memulihkan perekonomian nasional serta memenangkan bangsa dan negara dapat terbebas dari dampak pandemi Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.