Jakarta, Jurnalpublik.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) menggelar Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina di kawasan Monas, Jakarta pada minggu (17/12) / Foto : Zahra / Jurnalpublik.com

Jurnalpublik.com– Merebaknya isu yang menarik perhatian nitizen pekan ini terkait pihak Google yang tidak menuliskan negara Palestina di Google Maps memicu banyak kecaman dari masyarakat Muslim, bahkan #Palestina sempat menjadi tranding topik di twitter dengan 46,1K Tweets. Warganet baru menyadari bahwa di bahwa saat mereka mencari Palestina di Google, layer Google Maps hanya menunjukan garis putus-putus wilayah dengan label “Jalur Gaza” dan “Tepi Barat”(Sabtu, 18 Juli 2020).

Lokasi yang ditunjukan Google Maps ketika kita mencari lokasi “Palestine”,tidak ditemukan

Hingga Sabtu 18 Juli 2020, masih banyak warganet di twitter dengan menggunakan hastag #Palestina mempertanyakan kejanggalan tersebut. Seperti dalam sebuah postingan berikut, @akib_ridwan yang berkomentar “Dimana keadilan dunia? Apakah keadilan hanya ditentukan dengan versi yang kuasa? Dunia mengapa begini?PBB? Perjuangan hak asasi? Dimana mereka? Dimana keadilan? #Palestina”. Kemudian salah satu nitizen yang lain @fauzaanafriadi berkomentar, “Sibuknya kita dengan dunia masing-masing sampai melupakan bahwa negara seiman dan salah satu negara terawal yang mengakui Indonesia merdeka, Palestina resmi dihapus di Google Map”.

Disisi lain, penulis sangat menyayangkan tindakan Google yang hingga saat ini belum menuliskan nama negara Palestina dalam aplikasi Googlep Map atau peta digital yang ada. Kita mengetahui bahwa tahun 2016 isu ini sempat hangat diperbincangkan, bahkan Google juga sudah memberikan pernyataan melalui juru bicaranya kepada media Inggris yaitu The Guardian 10 Agustus 2016 yang berisi “ Tidak pernah ada label Palestina di Google Map, namun pihaknya telah menemukan Bug yang menghilagkan label Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kami akan bekerja dengan cepat untuk mengembalikan  label tersebut”. Namun hingga saat ini belum ada nama label Palestina di Google Maps ataupun Apple Maps. Isu ini kembali muncul pada awal pekan ini, tepatnya tanggal 15 Juli bahkan sempat menjadi trending di sosial media twitter.

Kemudian selain menjadi trending topic di Indonesia yang notabene adalah negara yang mayoritas masyarakat berpenduduk muslim tersebar di Indonesia, hal senada juga terjadi di Arab Saudi. Dikutip dari Arab New pada 17 Juli 2020, banyak unggahan twitter di Arab megecam dan menuduh Google menghapus Palestina dari semua peta online. Para pengguna Google Maps menunjukan garis besar peta dengan label untuk “Jalur Gaza” dan “Tepi Barat” berdampingan dengan label “Israel”.

Disisi lain kita tahu bahwa Palestina merupakan sebuah wilayah di Timur Tengah antara Laut Tengah dan Sungai Jordan yang hingga saat ini status politiknya masih diperdebatkan, ada dua entitas politik yang menguasai yaitu Wilayah Penduduk Israel dan Otoritas Nasional Palestina. Fakta lain, jika kita menelisik lebih dalam Palestina merupakan negara yang sangat penting bagi umat Islam diseluruh dunia karena Masjid Al-Aqsa yang menjadi kiblat pertama Umat Muslim berada disana. Kemudian hingga saat ini menurut laporan The Express, sebanyak 138 negara anggota PBB mengakui Palestina sebagai sebuah negara yang diakui kemerdekaanya dan Organisasi Kerjasama Islam atau OKI yang terdiri dari 57 negara juga telah mengakui keberadaan Palestina. Namun sebagaian besar negara Barat belum mau mengakuinya, termasuk Amerika yang notabene adalah negara yang menjadi kantor pusat perusahaan raksasa Google. Memang masih banyak unsur politik yang membalut hal tersebut.

Penulis berharap, semoga masyarakat muslim diseluruh dunia bisa bersama-sama mendukung kedaulatan Palestina, meskipun di Google Maps tidak ada label negara Palestina. Namun, kita bisa tetap menggangungkan ke masyarakat muslim lainnya, terutama generasi muda bahwa Palestina merupakan negara Muslim yang wajib kita akui keberadaanya.

 

Penulis :
Nikmatus Sholikah (Nicmah)
Magister Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Brawijaya
Penulis, Aktivis dan Jurnalis Independent
Email : nicmah21@gmail.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.