Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia , Muhtadin Sabili (Berbatik merah)

Menyikapi kemarahan Presiden Jokowi pada rapat kabinet 18 Juni lalu yang diunggah dan disebar dilaman YouTube oleh sekretariat presiden 10 hari kemudian, menimbulkan polemik di masyarakat bahwa ada yang salah dan perlu segera dievaluasi pemerintahan jokowi-ma’ruf yang telah berjalan selama 10 bulan.

Statemen keras Jokowi mengenai ‘sense of crisis’ para pembantunya dalam menghadapi situasi pandemi, menggambarkan bahwa program dan misi presiden  tidak berjalan bahkan mandek khususnya dalam bidang Kesehatan, sosial dan ekonomi. Ditambah lagi tekanan krisis global, yang mengharuskan pemerintah bekerja ekstra keras menghadapi situasi yang sulit.

Jokowi menganggap masih banyak pembantunya yang bekerja biasa saja seperti waktu normal sebelum datang pandemi Covid19. Bahkan Jokowi memperingatkan tidak akan ragu mengganti menteri sampai membubarkan lembaga yang tidak ‘perform’ sampai menerbitkan perpu serta mempertaruhkan reputasi politiknya demi keluar dari krisis ini.

Menyikapi kemurkaan istana tersebut, Ketum PB Pemuda Muslimin Indonesia, menyarankan agar para pembantu presiden atau menteri yang disinggung baik langsung dan tidak langsung, untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena sikap tersebut jauh lebih terhormat ketimbang menunggu presiden mengambil langkah pemecatan (Reshuffle) bagi menteri yg bersangkutan.

Tanpa menunggu dipecat, sikap kesatria menteri – menteri tersebut mengundurkan diri seperti yang telah dicontohkan oleh anak-anak muda yg menjadi Stafsus Milenial Presiden yang tersandung kasus kartu Prakerja.

Langkah mengundurkan diri tersebut merupakan langkah positif dalam kehidupan demokrasi, karena jika ketidakmampuan diri mengelola atau menjalankan program pemerintahan dalam masa krisis seperti sekarang. Masih banyak putera puteri terbaik bangsa yang siap dan memiliki kualitas kompetensi sesuai bidangnya untuk membantu pemerintahan menjalankan program kerakyatannya.

Rakyat menunggu keputusan mundur para menteri tersebut, agar beban hidup dan kehidupan masyarakat kembali normal, serta perbaikan dan pertumbuhan di berbagai bidang dapat terwujud dan negeri ini terselamatkan dari krisis berkepanjangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.