Jakarta, Jurnalpublik.com – Sejak bulan lalu, pemerintah Singapura telah mengimplementasikan beberapa tindakan untuk mengurangi resiko kasus 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) yang berasal dari luar maupun penyebaran di komunitas. Pemerintah Singapura telah memperkuat upaya tersebut secara progresif sejak situasi ini meningkat, baik secara global maupun di Singapura.

Sejak tanggal 7 Februari 2020, pemerintah Singapura meningkatkan penilaian resiko dari DORSCON Kuning ke DORSCON Oranye, sebab terdapat beberapa kasus dalam negeri Singapura yang tidak berkaitan dengan kasus sebelumnya maupun adanya riwayat perjalanan dari Tiongkok. Himbauan ini memberikan ringkasan akan tindakan yang telah dilakukan saat ini oleh pemerintah Singapura untuk mengurangi resiko kasus penularan dari luar dan penyebaran di komunitas, dalam rangka memandu para pengunjung dan berbagai pihak yang bergerak di bisnis pariwisata di Singapura.

Berikut himbauan umum pemerintah Singapura untuk para pengunjung Singapura:

1. Pengunjung yang mengadakan perjalanan dari Tiongkok.

a. Semua pengunjung dengan riwayat perjalanan dari daratan Tiongkok dalam kurun waktu 14 hari terakhir tidak akan diizinkan untuk memasuki Singapura, maupun transit di Singapura.

b. Imigrasi dan Checkpoints Authority (ICA) Singapura telah menangguhkan semua bentuk penerbitan visa baru bagi pemegang paspor Tiongkok. Status Singapura sebagai fasilitas transit bebas visa bagi pemegang paspor Tiongkok juga telah ditangguhkan.

c. Penerbitan visa jangka pendek dan multiple-visit yang sudah diterbitkan sebelumnya untuk pemegang paspor Tiongkok juga sudah ditangguhkan. Dalam periode penangguhan ini, wisatawan dari Tiongkok tidak akan diizinkan untuk memasuki Singapura. Untuk detail lebih lanjut, harap kunjungi situs Kementerian Kesehatan Singapura (https://www.moh.gov.sg).

2. Wisatawan lainnya harus memantau kesehatannya secara seksama selama 2 minggu sejak memasuki Singapura. Wisatawan tersebut harus segera mencari pertolongan medis apabila merasakan kondisi yang kurang sehat, dan memberikan informasi kepada dokter mengenai riwayat perjalanannya. Jika merasa demam atau mengalami gejala pernapasan (seperti batuk, pilek), wisatawan harus mengenakan masker dan menghubungi klinik terdekat.

3. Wisatawan Singapura harus melakukan tindakan-tindakan pencegahan sebagai berikut setiap waktu:
a. Menghindari kontak dengan binatang seperti unggas dan burung, dan konsumsi daging mentah atau kurang matang.
b. Menghindari tempat ramai dan kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.
c. Memperhatikan kebersihan diri sendiri.
d. Sering mencuci tangan dengan sabun (misalnya sebelum makan, setelah pergi ke toilet, atau ketika tangan menjadi kotor setelah batuk atau bersin);
e. Mengenakan masker jika mengalami gejala pernafasan seperti batuk atau pilek.
f. Menutup mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin, dan segera membuang tisu yang sudah terpakai di tempat sampah; dan
g. Segera mencari pertolongan medis ketika merasa kurang sehat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.