Jakarta, Jurnalpublik.com – Terkait penularan novel corona virus (2019-nCoV), Tahun Baru Imlek merupakan saat yang harus diantisipasi, hal ini dikarenakan memungkinkan adanya rotasi orang yang cukup besar di Cina. Itulah yang harus jadi perhatian Pemerintah Cina dan WHO menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M.Kes.

”Ini mirip fenomena mudik di Indonesia. Tetapi saya mengingatkan kepada masyarakat kita harus semakin waspada karena bukan tidak mungkin sebagian masyarakat Indonesia juga akan berkunjung ke Cina dalam rangka Imlek ini,” kata dr. Anung seperti yang dikutip kemkes.go.id (25/1/2020).

dr. Anung menanyakan kepada WHO tentang sikapnya terhadap kasus nCoV ini apakah ada travel advisory, travel warning, atau travel ban, secara official WHO belum mengeluarkan hal-hal tersebut. Jadi yang bisa diimbau oleh Pemerintah Indonesia, tambahnya, bagi yang mau berpergian ke Cina utamakan prinsip kehati-hatian, masyarakat sampai saat ini tidak ada restriksi untuk pergi ke manapun di seluruh dunia ini krena nCoV.

”Tetapi semua harus dilakukan dengan kehati-hatian yang tinggi. Kalau tidak ada kepentingan ngapain pergi ke tempat yang saat ini ada kasus nCoV,” jelas dr. Anung.

Terkait penyebaran nCoV, Tim riset John Hopkins University mengeluarkan hasil risetnya yang menunjukan sebaran nCoV secara realtime yang terus diperbaharui secara berkala setiap harinya.

Berikut adalah link sebaran Wuhan Novel Corona Virus:

https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6

Data Sebaran Virus nCoV Secara Realtime Yang Diterbitkan Tim Riset John Hopkins University

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.