Jakarta, Jurnalpublik.com – Kemarin (11/12/2019), Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Agama Badan Litbang dan Diklat kementerian Agama, melaksanakan Peluncuran Indeks Kerukunan Umat Beragama di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta.

Acara dimulai dengan pembacaan doa bersama, pengibaran bendera merah putih, dan pentas tari budaya nasional.

Menteri Agama, Jenderal TNI Purnawirawan Fachrul Razi menanggapi perihal gereja yang ditutup.

“Terkait gereja yang disegel dan ditutup, kita menilai kepala daerahnya. Bukan berarti kepala daerah yang baik itu semua orang bangun rumah ibadah boleh, bukan begitu. Tapi bagaimana usaha dia menjembatani paling utama. Jadi kalau dia sama sekali tidak punya upaya menjembatani kita nilai dia punya nilai kurang perhatiannya terhadap kerukunan umat beragama. Itu jadi perhatian kita bersamalah. Mungkin kita kepala daerah masing-masing melakukan sesuatu dan laporkanlah perihal apa yang dia lakukan itu,” ucap menteri agama Fachrul Razi.

Terkait kerukunan umat beragama di tahun-tahun pemilu, menteri agama menilai 2019 ini ada benturan kerukunan umat beragama yang yang harus dibenahi.

“Saya kira 2014-2015 benturan umat beragamanya boleh dikatakan kecil ya. Saya kira lebih mudah untuk meningkatkannya ya. Tapi pemilu yang lalu ini, 2019, benturan antar umat beragama agak ketemu, jadi agak sedikit waktulah untuk menurunkan tensinya,” tutur menteri agama Fachrul Razi.

Menteri agama menilai PAUD yang terpapar radikalisme bisa kita eliminasi bersama.

“Paud ada (terpapar radikalisme-red), tapikan kita coba eliminasi ya. Masalah bahan ajaran kan sudah kita revisi ya. Tapi yang sejarah Islam tidak kita hilangkan. Tapi ada tingkatnya paling bawah, sampai dimana dia boleh mewajibkan belajar sejarahnya saja, tidak belajar tentang fiqihnya. Karena kalau fiqihnya nanti bisa sesat. Tapi level tertentu mungkin,” terang menteri agama Fachrul Razi.

Menteri agama menyebutkan bahwa peraturan majlis taklim tidak ada korelasinya dengan membendung radikalisme.

“Nggaklah, itu sepenuhnya masalah bantuan, jadi kitakan selama ini majlis taklim yang bermasalah dengan keuangan, kita bantu, bermasalah dengan pembinaan, kita bantu. Kita punya penyuluh agama Islam kan sampai 50.000 orang. Sebar kemana-mana, jadi kita siap bantu. Kita persyaratan untuk ustadz-udtadz majlis taklim, enteng saja; satu, dia bisa membaca dan memahami Alquran dan hadist dengan baik; kedua, dia memahami Islam dengan baik. Nggak ada kita ngomong radikallah, anulah, nggak ada, sama sekali nggak ada, bisa dibaca,” jelas menteri agama Fachrul Razi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.