Jakarta, Jurnalpublik.com – Hari ini (11/12/2019), Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Agama Badan Litbang dan Diklat kementerian Agama, melaksanakan Peluncuran Indeks Kerukunan Umat Beragama di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta.

Acara dimulai dengan pembacaan doa bersama, pengibaran bendera merah putih, dan pentas tari budaya nasional.

Abdurahman Masud, Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama, menyampaikan bahwa survei indeks dilakukan pada 13.600 responden pada 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Sampel dilakukan dengan memilih 4 kabupaten/kota per tiap provinsi, lalu setiap kabupaten/kota tersebut memilih 10 kelurahan/desa, kemudian tiap kelurahan/desa memilih 10 Kartu Keluarga dengan usia 17 tahun keatas dengan jumlah yang seimbang laki-laki dan perempuan.

Hasil Indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2019 ini, ada 16 provinsi yang indeks kerukunan umat beragamanya berada diatas rata-rata indeks kerukunan umat beragama nasional, berurut dari yang paling tinggi yaitu; Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.

Sedangkan 18 provinsi lagi indeks kerukunan umat beragamanya berada di bawah rata-rata nasional, berurut ke yang terendah, adalah; Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Kepulauan Riau, Maluku Utara, kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Bengkulu, DKI Jakarta, Jambi, Nusa Tenggara Barat, Riau, Banten, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan terakhir Aceh.

Provinsi Aceh dengan indeks kerukunan umat beragama terendah daripada provinsi lain dengan nilai 60,2.

Sedangkan provinsi dengan indeks kerukunan umat beragama tertinggi adalah Papua Barat dengan nilai 82,1.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.