Jakarta, Jurnalpublik.com – 29 November merupakan hari bersejarah buruk bagi rakyat Palestina.

Pada tanggal 29 November 1947, PBB menyetujui untuk mengakhiri Mandat Britania untuk Palestina dari tanggal 1 Agustus 1948, untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut, dengan pemecahbelahan wilayah mandat itu. Rencana tersebut kemudian disebut Rencana Pembagian Palestina atau Resolusi 181.

Dalam memperingati Hari Solidaritas Internasional Palestina tersebut, KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) menggelar aksi di depan Kampus UIN Jakarta (29/19/2019).

Maulana, ketua KAMMI UIN Jakarta, mengecam penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

“Di momentum peringatan Hari Solidaritas Palestina ini, KAMMI mengecam segala bentuk penjajahan dan kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan oleh zionis Israel terhadap rakyat Palestina,” tutur Maulana.

Dalam aksi tersebut, salah satu orator menyerukan peran serta Indonesia dalam menyelesaikan konflik Palestina tersebut.

“Kepada Pemerintah Indonesia, kami berharap ambil sikap dan langkah yang tegas terhadap kejahatan kemanusiaan di Palestina ini. Pemerintah harus menjadi pionir dalam menyelesaikan konflik ini,” sebut salah satu orator.

Massa aksi juga melakukan penggalangan dana bekerjasama dengan KNRP Banten sebagai salah satu Lembaga Kemanusiaan yang konsen terhadap isu Palestina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar Anda!
Silahkan isi nama Anda di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.